DigiBerita.com | Bahasa Indonesia
22 May 2024

Digiberita.com

Berita Startup dan Ekonomi Digital

Bedakan Level Menteri Dengan Orang Awam –

5 min read

Sisiterangofficial mengunggah foto Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini sedang memberi keterangan pers. Disebutkan, penemuan bansos Presiden yang dipendam di Depok, bukan di za­mannya.

“Jadi, yang jelas itu bukan zaman saya ya,” kata Risma usai mengikuti kegiatan puncak Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2022 yang dipusatkan di halaman kantor Bupati Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (1/8).

Risma berkilah, ketika pertama menja­bat Mensos, Presiden sudah mengingatkan tidak memberikan bantuan dalam bentuk barang, tetapi dalam bentuk uang. Kata dia, dalam Peraturan Presiden, bantuan bisa dalam bentuk uang atau barang.

“Banyak dan ada yang menanyakan kenapa dalam bentuk uang. Itu salah satunya, dan memang aturannya boleh,” jelas mantan Wali Kota Surabaya ini.

Diketahui, temuan sembako bansos menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial (medsos) sejak Minggu (31/7).

Vice President of Marketing JNE Express Eri Palgunadi mengatakan, sembako bantuan Presiden itu dikubur karena rusak.

Dia memastikan, penguburan sembako yang rusak tidak melanggar prosedur, karena sesuai dengan perjanjian antara JNE dan pihak Pemerintah.

“Kami sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati dari kedua belah pihak,” ujar Eri, Minggu (31/7).

Namun, Eri tidak menjelaskan lebih jauh mengapa bantuan sembako bisa rusak dan kapan penguburan tersebut dilakukan.

Netizen kesal. Risma seolah lepas tangan dalam kasus penemuan sembako yang tertimbun di tanah lapang di Depok, Jawa Barat.

Menurut @Jito_tanaman, secara per­sonal Risma bisa mengelak. Hanya saja, jabatan tetap ikut kewenangannya. Dia mengingatkan, pada jabatan ada gaji dan tanggung jawab.

“Duh, pejabat sekarang enak banget ya kalau jawab pertanyaan dari wartawan,” sindir @Hasim_Suhastra.

Seharusnya, kata @Muhammad_ Mahfudz, Risma tidak menjawab de­mikian. Yang pas, Risma meminta polisi membongkar dan cepat tangkap pelaku penimbunan sembako banpres tersebut.

 

“Memang, peristiwa tersebut bukan terjadi saat Risma menjadi Mensos. Tapi Risma harus tetap mengusutnya karena bansos merupakan kewenangan Kementerian Sosial (Kemensos),” kata @ Edi_Susanto.

Akun @Masquerade menyarankan Risma menjawab diplomatis atas per­tanyaan tentang sembako banpres yang dikubur di Depok, Jawa Barat. Risma jangan melontarkan seperti jawaban orang awam.

“Bedakan level menteri dengan level orang awam,” sarannya.

Menurut @CiptaMegar, jawaban Risma mencerminkan karakter. Yaitu, karakter cuci tangan ketika ada masalah dan menyalahkan yang lain jika ada masalah.

“Sudah menjadi kebiasaan pejabat Indonesia yang sering lempar kesalahan dengan menuduh pihak lain,” ujar @ Kangkung_Genjer.

Akun @Wijaya_Purna_Chandralie meminta kasus temuan sembako di Depok diselidiki hingga ke akar-akarnya. Dia menyayangkan para pihak yang tidak melaporkan sembako banpres rusak ke pihak terkait, supaya masing-masing pihak bertanggung-jawab.

“Barang rusak dan mau dimusnahkan atau dikubur, harus ada pihak pemberi dan disaksikan pihak kepolisian atau jaksa,” kata @Suwardjo.

Akun @Andy_Lorenzo mendesak aparat penegak hukum gerak cepat me­nyelidiki kasus ini, karena ada indikasi kejahatan di dalamnya. Dia juga meminta para pelaku dihukum berat.

“Daripada bantuan sembako sampai ke rakyat dalam keadaan rusak, lebih baik kubur karena membahayakan,” tukas @ Yumada_Faka.

Akun @Metta_Karuna mengatakan, mestinya peristiwa penimbunan sembako banpres sudah masuk ranah hukum, dan harus ditangani aparat penegak hukum. Kasus ini bukan ranah Kementerian Sosial (Kemensos) lagi.

“PT DNR & PT JNE merupakan pe­rusahaan logistik yang punya reputasi tinggi. Sehingga tidak mungkin merusak citranya hanya gara-gara bansos,” tan­das @Evans_Adji. [TIF] ]]> , Sisiterangofficial mengunggah foto Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini sedang memberi keterangan pers. Disebutkan, penemuan bansos Presiden yang dipendam di Depok, bukan di za­mannya.

“Jadi, yang jelas itu bukan zaman saya ya,” kata Risma usai mengikuti kegiatan puncak Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2022 yang dipusatkan di halaman kantor Bupati Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (1/8).

Risma berkilah, ketika pertama menja­bat Mensos, Presiden sudah mengingatkan tidak memberikan bantuan dalam bentuk barang, tetapi dalam bentuk uang. Kata dia, dalam Peraturan Presiden, bantuan bisa dalam bentuk uang atau barang.

“Banyak dan ada yang menanyakan kenapa dalam bentuk uang. Itu salah satunya, dan memang aturannya boleh,” jelas mantan Wali Kota Surabaya ini.

Diketahui, temuan sembako bansos menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial (medsos) sejak Minggu (31/7).

Vice President of Marketing JNE Express Eri Palgunadi mengatakan, sembako bantuan Presiden itu dikubur karena rusak.

Dia memastikan, penguburan sembako yang rusak tidak melanggar prosedur, karena sesuai dengan perjanjian antara JNE dan pihak Pemerintah.

“Kami sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati dari kedua belah pihak,” ujar Eri, Minggu (31/7).

Namun, Eri tidak menjelaskan lebih jauh mengapa bantuan sembako bisa rusak dan kapan penguburan tersebut dilakukan.

Netizen kesal. Risma seolah lepas tangan dalam kasus penemuan sembako yang tertimbun di tanah lapang di Depok, Jawa Barat.

Menurut @Jito_tanaman, secara per­sonal Risma bisa mengelak. Hanya saja, jabatan tetap ikut kewenangannya. Dia mengingatkan, pada jabatan ada gaji dan tanggung jawab.

“Duh, pejabat sekarang enak banget ya kalau jawab pertanyaan dari wartawan,” sindir @Hasim_Suhastra.

Seharusnya, kata @Muhammad_ Mahfudz, Risma tidak menjawab de­mikian. Yang pas, Risma meminta polisi membongkar dan cepat tangkap pelaku penimbunan sembako banpres tersebut.

 

“Memang, peristiwa tersebut bukan terjadi saat Risma menjadi Mensos. Tapi Risma harus tetap mengusutnya karena bansos merupakan kewenangan Kementerian Sosial (Kemensos),” kata @ Edi_Susanto.

Akun @Masquerade menyarankan Risma menjawab diplomatis atas per­tanyaan tentang sembako banpres yang dikubur di Depok, Jawa Barat. Risma jangan melontarkan seperti jawaban orang awam.

“Bedakan level menteri dengan level orang awam,” sarannya.

Menurut @CiptaMegar, jawaban Risma mencerminkan karakter. Yaitu, karakter cuci tangan ketika ada masalah dan menyalahkan yang lain jika ada masalah.

“Sudah menjadi kebiasaan pejabat Indonesia yang sering lempar kesalahan dengan menuduh pihak lain,” ujar @ Kangkung_Genjer.

Akun @Wijaya_Purna_Chandralie meminta kasus temuan sembako di Depok diselidiki hingga ke akar-akarnya. Dia menyayangkan para pihak yang tidak melaporkan sembako banpres rusak ke pihak terkait, supaya masing-masing pihak bertanggung-jawab.

“Barang rusak dan mau dimusnahkan atau dikubur, harus ada pihak pemberi dan disaksikan pihak kepolisian atau jaksa,” kata @Suwardjo.

Akun @Andy_Lorenzo mendesak aparat penegak hukum gerak cepat me­nyelidiki kasus ini, karena ada indikasi kejahatan di dalamnya. Dia juga meminta para pelaku dihukum berat.

“Daripada bantuan sembako sampai ke rakyat dalam keadaan rusak, lebih baik kubur karena membahayakan,” tukas @ Yumada_Faka.

Akun @Metta_Karuna mengatakan, mestinya peristiwa penimbunan sembako banpres sudah masuk ranah hukum, dan harus ditangani aparat penegak hukum. Kasus ini bukan ranah Kementerian Sosial (Kemensos) lagi.

“PT DNR & PT JNE merupakan pe­rusahaan logistik yang punya reputasi tinggi. Sehingga tidak mungkin merusak citranya hanya gara-gara bansos,” tan­das @Evans_Adji. [TIF]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 - 2024. PT Juan Global. All rights reserved. DigiBerita.com. |