DigiBerita.com | Bahasa Indonesia
5 March 2024

Digiberita.com

Berita Startup dan Ekonomi Digital

Buka Grand Opening PESONA I PTKN di UIN Bandung Yaqut: Olahraga dan Agama Tidak Bisa Dipisahkan –

8 min read

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas resmi membuka event Pekan Seni dan Olahraga (PESONA) I Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) tahun 2022 di Kampus II UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, Selasa malam (9/8).

Acara diisi kirab nusantara, karnaval budaya lengkap dengan baju adat dan memainkan angklung. Acara diikuti dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Irjen Suntana, Dirjen Pendidikan Agama Islam Kemenag Prof Muhammad Ali Ramdhani, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof Suyitno, Kakanwil Kemenag Jawa Barat Ajam Mustajam, para Rektor PTKN dan Wakil Rektor se-Indonesia.

Dalam pidato sambutan acara, Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan apresiasi atas terlaksananya even besar pertama yang melibatkan 61 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri di Indonesia. Yaqut menyampaikan, pertandingan olahraga merupakan pertandingan prestasi.

“Melalui PESONA ini, kita jadikan sebagai ikhtiar untuk memotivasi kalangan akademisi dan masyarakat untuk mencintai olahraga. Apakah itu olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, olahraga rehabilitasi, dan olahraga prestasi,” ucapnya.

Yaqut melanjutkan, event ini dapat dijadikan sebagai piranti mengembangkan olahraga prestasi yang bertujuan untuk meraih prestasi dengan cara mengikuti pertandingan atau perlombaan. Dia berpesan, terutama kepada para peserta dan kontingen PESONA I PTKN, agar menjaga sportivitas.

“Olahraga dan agama adalah tarikan napas yang tidak dapat dipisahkan. Seperti saat kita menyaksikan pertandingan sepak bola, jika ada pemain yang mencetak gol maka secara spontan dia akan melakukan sujud syukur untuk yang beragama Islam atau memalangkan tanda salip untuk yang beragama Nasrani ataupun menadahkan tangan untuk berdoa. Olahraga itu mencari prestasi, siapa yang ulet dia yang menang,” jelasnya.

Dalam pertandingan olahraga, lanjutnya, hampir bisa dipastikan bahwa yang tampil menjadi pemenang adalah yang ulet berlatih. Akan tetapi, para atlet meskipun, mereka tahu kemampuan mereka dalam satu bidang olahraga, ketika mau tanding itu mesti berdoa dahulu. “Artinya, antara olahraga agama dan Tuhan tidak terpisahkan,” imbuhnya.

Karena itu, Yaqut berpesan agar event ini dilaksanakan secara rutin. “Saya minta ini jangan putus, apalagi sudah ada piala bergilirnya. Jangan nanti Dirjen ganti atau Direkturnya naik eselon 1, ini ditinggalkan,” pesannya.

Yaqut menutup sambutannya dengan sebuah pantun. “Ikan hiu geter-geter, see you latter,” ujarnya.

Dirjen Pendidikan Islam Prof Muhammad Ali Ramdhani menegaskan, jika menilik sejarah perkembangan peradaban manusia, setiap kemajuan selalu beriringan dengan capaian-capaian gemilang pada bidang seni dan olahraga. “Berkesenian menghiasi kehidupan manusia, agar tampil lebih berwarna dan indah. Allah Maha Indah dan mencintai keindahan. Oleh karena itu, pada hakikatnya, seni itu indah dan membangun (konstruktif), bukan merusak (destruktif),” tegasnya.

Dia lalu mengutip pernyataan Salvador Dali, seorang pelukis dunia dari Spanyol, yang menyatakan bahwa para seniman bukanlah orang yang terinspirasi, tetapi orang yang menginspirasi orang lain. Olahraga identik dengan latihan tubuh, pikiran, dan jiwa agar kuat dan sehat. Dalam Islam, mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. “Sehatnya tubuh terpancar pula aura positif dan pikiran yang bersih,” jelasnya.

Dhani berharap, semoga PESONA dapat memesona dalam semua aspeknya. Memesona dari kegiatan pembukaannya, memesona pada berbagai pertandingan dan perlombaannya. “Hal yang paling penting adalah memesona dari aspek akhlak karimah para penyelenggara dan peserta PESONA ke-1 ini. Mari kita tunjukan bahwa nilai-nalai keagamaan dan lokal wisdom kita mampu menjadi asas fundamental untuk moralitas, kejujuraran, dan sportivitas,” paparnya.

Didoakan Kang Emil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap, acara yang diselenggarakan dari tanggal 8 sampai 13 Agustus ini dapat berjalan dengan lancar. “Saya doakan acara ini harus sukses, selamat dan sukses untuk PESONA I,” ungkap pria yang akrab disapa Kang Emil ini.

Mengingat masih dalam suasana pandemi, Kang Emil mengajak kepada hadirin yang hadir agar tetap menjaga protokol kesehatan. “Covid-19 tidak akan hilang, akan menyertai kita seperti flu, insya Allah hidup kita segera normal,” tuturnya.

Kapolda Jabar Irjen Suntana mengatakan, pihaknya siap membantu apapun kegiatan yang digelar di UIN Bandung. Apalagi selama ini Polda Jabar juga sudah menjalin kerja sama yang baik dengan UIN Bandung. Dalam urusan SDM, kehadiran UIN SGD Bandung sangat membantu dalam proses rekrutmen anggota polisi di Jawa Barat.

“Dosen hingga profesor ikut (andil) rekrutmen polisi di Polda Jabar. Semoga kerja sama ini berlanjut dan kota prinsipnya berkolaborasi dan membangun bersama. Sebagai Kapolda yang mengawasi keamanan dan ketertiban, kami tidak dapat bekerja jika tidak ada bantuan dari berbagai pihak,” ujarnya.

Sebagai tuan rumah penyelenggaraan PESONA I PTKN, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof Mahmud menyampaikan, PESONA merupakan bentuk transformasi dari kegiatan semula yang bernama PIONIR yang kemudian menjadi 2 even, yaitu OASE di Aceh dan PESONA di Bandung.

“Semangat berkompetisi (fastabiqul khairat) yang berbasiskan solidaritas dan persaudaran antarmahasiswa PTKN menjadi suatu keharusan. Karenanya, PESONA menjadi program strategis bagi generasi muda yang kritis, kreatif dan inovatif sehingga menjadi bekal mahasiswa dalam menyongsong Indonesia Maju 2045,” ucapnya.

Tema yang diusung dalam Pesona I PTKN 2022 adalah “Transformasi Nilai-Nilai kebermanfaatan dalam bingkai kebersamaan untuk Indonesia Unggul. Dengan tagline “Spirit of Harmony”.

Di PESONA I PTKN 2022, diperlombakan dan dipertandingkan sebanyak 22 cabang yang terdiri 12 bidang seni dan 10 pertandingan olahraga. Untuk bidang seni, ada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), Pop Solo Islami, Cipta Lagu Islami, Musikalisasi Hadits, Puitisasi Terjemah Al-Qur’an, Qasidah Modern, Kaligrafi, Film Pendek, Stand Up Comedy, dan Monolog. Untuk bidang olahraga ada 10 cabang pertandingan yaitu; Tenis Meja, Catur, Pencak Silat (seni), Karate (Seni/Kata), Taekwondo (seni), Bola Voli, Bulu Tangkis, Basket ball, Futsal, dan Panjat Tebing.

“PESONA I yang diikuti 61 PTKN dengan jumlah peserta 3459 atlet. Saya harap kegiatan ini berjalan lancar, PESONA PTKN mampu tampil memesona dalam konteks menjaga NKRI. Semoga kehadiran Bapak Ibu mendapatkan keberkahan. Terutama atas hadirnya PTKN, mulai dari Islam, Kristen, Hindu, sampai Konghucu,” pungkasnya.

Luncurkan Buku Grand Desain PTKN 2020-2045
Dalam acara pembukaan diluncurkan Buku Grand Design Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Tahun 2020-2045. Melalui Direktorat Pendidikan Islam diharapkan grand design ini sebagai peta jalan bagi para pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan tinggi keagamaan Islam berdasarkan visi, strategi, milestones, dan program kerja yang sistematik dan terukur untuk mencapai World Class University (WCU) yang berdaya saing nasional dan global.■
]]> , Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas resmi membuka event Pekan Seni dan Olahraga (PESONA) I Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) tahun 2022 di Kampus II UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, Selasa malam (9/8).

Acara diisi kirab nusantara, karnaval budaya lengkap dengan baju adat dan memainkan angklung. Acara diikuti dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Irjen Suntana, Dirjen Pendidikan Agama Islam Kemenag Prof Muhammad Ali Ramdhani, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof Suyitno, Kakanwil Kemenag Jawa Barat Ajam Mustajam, para Rektor PTKN dan Wakil Rektor se-Indonesia.

Dalam pidato sambutan acara, Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan apresiasi atas terlaksananya even besar pertama yang melibatkan 61 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri di Indonesia. Yaqut menyampaikan, pertandingan olahraga merupakan pertandingan prestasi.

“Melalui PESONA ini, kita jadikan sebagai ikhtiar untuk memotivasi kalangan akademisi dan masyarakat untuk mencintai olahraga. Apakah itu olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, olahraga rehabilitasi, dan olahraga prestasi,” ucapnya.

Yaqut melanjutkan, event ini dapat dijadikan sebagai piranti mengembangkan olahraga prestasi yang bertujuan untuk meraih prestasi dengan cara mengikuti pertandingan atau perlombaan. Dia berpesan, terutama kepada para peserta dan kontingen PESONA I PTKN, agar menjaga sportivitas.

“Olahraga dan agama adalah tarikan napas yang tidak dapat dipisahkan. Seperti saat kita menyaksikan pertandingan sepak bola, jika ada pemain yang mencetak gol maka secara spontan dia akan melakukan sujud syukur untuk yang beragama Islam atau memalangkan tanda salip untuk yang beragama Nasrani ataupun menadahkan tangan untuk berdoa. Olahraga itu mencari prestasi, siapa yang ulet dia yang menang,” jelasnya.

Dalam pertandingan olahraga, lanjutnya, hampir bisa dipastikan bahwa yang tampil menjadi pemenang adalah yang ulet berlatih. Akan tetapi, para atlet meskipun, mereka tahu kemampuan mereka dalam satu bidang olahraga, ketika mau tanding itu mesti berdoa dahulu. “Artinya, antara olahraga agama dan Tuhan tidak terpisahkan,” imbuhnya.

Karena itu, Yaqut berpesan agar event ini dilaksanakan secara rutin. “Saya minta ini jangan putus, apalagi sudah ada piala bergilirnya. Jangan nanti Dirjen ganti atau Direkturnya naik eselon 1, ini ditinggalkan,” pesannya.

Yaqut menutup sambutannya dengan sebuah pantun. “Ikan hiu geter-geter, see you latter,” ujarnya.

Dirjen Pendidikan Islam Prof Muhammad Ali Ramdhani menegaskan, jika menilik sejarah perkembangan peradaban manusia, setiap kemajuan selalu beriringan dengan capaian-capaian gemilang pada bidang seni dan olahraga. “Berkesenian menghiasi kehidupan manusia, agar tampil lebih berwarna dan indah. Allah Maha Indah dan mencintai keindahan. Oleh karena itu, pada hakikatnya, seni itu indah dan membangun (konstruktif), bukan merusak (destruktif),” tegasnya.

Dia lalu mengutip pernyataan Salvador Dali, seorang pelukis dunia dari Spanyol, yang menyatakan bahwa para seniman bukanlah orang yang terinspirasi, tetapi orang yang menginspirasi orang lain. Olahraga identik dengan latihan tubuh, pikiran, dan jiwa agar kuat dan sehat. Dalam Islam, mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. “Sehatnya tubuh terpancar pula aura positif dan pikiran yang bersih,” jelasnya.

Dhani berharap, semoga PESONA dapat memesona dalam semua aspeknya. Memesona dari kegiatan pembukaannya, memesona pada berbagai pertandingan dan perlombaannya. “Hal yang paling penting adalah memesona dari aspek akhlak karimah para penyelenggara dan peserta PESONA ke-1 ini. Mari kita tunjukan bahwa nilai-nalai keagamaan dan lokal wisdom kita mampu menjadi asas fundamental untuk moralitas, kejujuraran, dan sportivitas,” paparnya.

Didoakan Kang Emil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap, acara yang diselenggarakan dari tanggal 8 sampai 13 Agustus ini dapat berjalan dengan lancar. “Saya doakan acara ini harus sukses, selamat dan sukses untuk PESONA I,” ungkap pria yang akrab disapa Kang Emil ini.

Mengingat masih dalam suasana pandemi, Kang Emil mengajak kepada hadirin yang hadir agar tetap menjaga protokol kesehatan. “Covid-19 tidak akan hilang, akan menyertai kita seperti flu, insya Allah hidup kita segera normal,” tuturnya.

Kapolda Jabar Irjen Suntana mengatakan, pihaknya siap membantu apapun kegiatan yang digelar di UIN Bandung. Apalagi selama ini Polda Jabar juga sudah menjalin kerja sama yang baik dengan UIN Bandung. Dalam urusan SDM, kehadiran UIN SGD Bandung sangat membantu dalam proses rekrutmen anggota polisi di Jawa Barat.

“Dosen hingga profesor ikut (andil) rekrutmen polisi di Polda Jabar. Semoga kerja sama ini berlanjut dan kota prinsipnya berkolaborasi dan membangun bersama. Sebagai Kapolda yang mengawasi keamanan dan ketertiban, kami tidak dapat bekerja jika tidak ada bantuan dari berbagai pihak,” ujarnya.

Sebagai tuan rumah penyelenggaraan PESONA I PTKN, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof Mahmud menyampaikan, PESONA merupakan bentuk transformasi dari kegiatan semula yang bernama PIONIR yang kemudian menjadi 2 even, yaitu OASE di Aceh dan PESONA di Bandung.

“Semangat berkompetisi (fastabiqul khairat) yang berbasiskan solidaritas dan persaudaran antarmahasiswa PTKN menjadi suatu keharusan. Karenanya, PESONA menjadi program strategis bagi generasi muda yang kritis, kreatif dan inovatif sehingga menjadi bekal mahasiswa dalam menyongsong Indonesia Maju 2045,” ucapnya.

Tema yang diusung dalam Pesona I PTKN 2022 adalah “Transformasi Nilai-Nilai kebermanfaatan dalam bingkai kebersamaan untuk Indonesia Unggul. Dengan tagline “Spirit of Harmony”.

Di PESONA I PTKN 2022, diperlombakan dan dipertandingkan sebanyak 22 cabang yang terdiri 12 bidang seni dan 10 pertandingan olahraga. Untuk bidang seni, ada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), Pop Solo Islami, Cipta Lagu Islami, Musikalisasi Hadits, Puitisasi Terjemah Al-Qur’an, Qasidah Modern, Kaligrafi, Film Pendek, Stand Up Comedy, dan Monolog. Untuk bidang olahraga ada 10 cabang pertandingan yaitu; Tenis Meja, Catur, Pencak Silat (seni), Karate (Seni/Kata), Taekwondo (seni), Bola Voli, Bulu Tangkis, Basket ball, Futsal, dan Panjat Tebing.

“PESONA I yang diikuti 61 PTKN dengan jumlah peserta 3459 atlet. Saya harap kegiatan ini berjalan lancar, PESONA PTKN mampu tampil memesona dalam konteks menjaga NKRI. Semoga kehadiran Bapak Ibu mendapatkan keberkahan. Terutama atas hadirnya PTKN, mulai dari Islam, Kristen, Hindu, sampai Konghucu,” pungkasnya.

Luncurkan Buku Grand Desain PTKN 2020-2045
Dalam acara pembukaan diluncurkan Buku Grand Design Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Tahun 2020-2045. Melalui Direktorat Pendidikan Islam diharapkan grand design ini sebagai peta jalan bagi para pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan tinggi keagamaan Islam berdasarkan visi, strategi, milestones, dan program kerja yang sistematik dan terukur untuk mencapai World Class University (WCU) yang berdaya saing nasional dan global.■

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 - 2024. PT Juan Global. All rights reserved. DigiBerita.com. |