DigiBerita.com | Bahasa Indonesia
2 March 2024

Digiberita.com

Berita Startup dan Ekonomi Digital

Capreskan Sri Sultan Ilal: FKPD-PD Hilangkan Marwah Pendiri Partai Demokrat –

3 min read

Wakil Ketua Umum (Waketum) Forum Komunikasi Pendiri Deklarator Kader Partai Demokrat (FKPD-PD) Ilal Ferhard menilai organisasinya sudah bergeser dari marwah organisasi yaitu mendukung Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2024.

Indikasinya, nama FKPD-PD telah diubah menjadi Forum Komunikasi Lintas Pendiri Deklarator Kader (FKLPD). Pun, hasil Kongres FKPD-PD yang digelar di Hotel Swissbell, Kemayoran, Jakarta, Senin (4/7) lalu, telah digeser dari mendukung AHY menjadi Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai Capres.

“Jelas saya kecewa, dukungan FKPD bergeser dari AHY ke Sri Sultan,” ujar Ilal, kepada RM.id, Minggu (24/7).

Padahal, kata Ilal, dukungan terhadap AHY, apalagi menduetkan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan kehendak banyak akar rumput kader Partai Demokrat.

Tidak hanya itu, duet Anies-AHY juga mendongkrak elektabilitas Demokrat dan AHY menuju Pemilu 2024. Ilal menegaskan, dukungan terhadap Sri Sultan ini tidak ada kaitannya dengan Partai Demokrat.

“Ini kita mau Roma tapi tidak ke Italia, ngga nyambung,” kelakarnya.

Sontak, Ilal menyarankan, agar FKPD kembali ke marwah perjuangan Partai Demokrat. Kembali mendukung kepemimpinan AHY demi suksesi Partai Demokrat di Pemilu 2024.

Selain itu, Ilal mengatakan bersyukur namanya tidak ada di dalam kepengurusan FKLPD.

“Sekarang sudah jelas bahwa, itu sudah tidak ada korelasi dengan para pendiri Partai Demokrat dan Kongres yang diadakan lalu. Saya anggap, kongres tersebut tidak sah secara legal standing,” tutupnya.

Senior FKPD, Hengky Luntungan mendukung langkah protes yang dilakukan oleh Ilal. Hengky berkelakar, bergesernya dukungan dari AHY ke Sri Sultan ini merupakan aksi mengelabui untuk melegalkan Kongres atas nama Partai Demokrat.

“Dari awal sudah dapat dilihat tipu-tipu untuk memanfaatkan pendiri agar dianggap. Kongres legal, karena ada pendiri PD yang hadir. Ini lebih cenderung disebut aksi tipu-tipu. Tipu sana tipu sini,” ujar Hengky. ■
]]> , Wakil Ketua Umum (Waketum) Forum Komunikasi Pendiri Deklarator Kader Partai Demokrat (FKPD-PD) Ilal Ferhard menilai organisasinya sudah bergeser dari marwah organisasi yaitu mendukung Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2024.

Indikasinya, nama FKPD-PD telah diubah menjadi Forum Komunikasi Lintas Pendiri Deklarator Kader (FKLPD). Pun, hasil Kongres FKPD-PD yang digelar di Hotel Swissbell, Kemayoran, Jakarta, Senin (4/7) lalu, telah digeser dari mendukung AHY menjadi Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai Capres.

“Jelas saya kecewa, dukungan FKPD bergeser dari AHY ke Sri Sultan,” ujar Ilal, kepada RM.id, Minggu (24/7).

Padahal, kata Ilal, dukungan terhadap AHY, apalagi menduetkan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan kehendak banyak akar rumput kader Partai Demokrat.

Tidak hanya itu, duet Anies-AHY juga mendongkrak elektabilitas Demokrat dan AHY menuju Pemilu 2024. Ilal menegaskan, dukungan terhadap Sri Sultan ini tidak ada kaitannya dengan Partai Demokrat.

“Ini kita mau Roma tapi tidak ke Italia, ngga nyambung,” kelakarnya.

Sontak, Ilal menyarankan, agar FKPD kembali ke marwah perjuangan Partai Demokrat. Kembali mendukung kepemimpinan AHY demi suksesi Partai Demokrat di Pemilu 2024.

Selain itu, Ilal mengatakan bersyukur namanya tidak ada di dalam kepengurusan FKLPD.

“Sekarang sudah jelas bahwa, itu sudah tidak ada korelasi dengan para pendiri Partai Demokrat dan Kongres yang diadakan lalu. Saya anggap, kongres tersebut tidak sah secara legal standing,” tutupnya.

Senior FKPD, Hengky Luntungan mendukung langkah protes yang dilakukan oleh Ilal. Hengky berkelakar, bergesernya dukungan dari AHY ke Sri Sultan ini merupakan aksi mengelabui untuk melegalkan Kongres atas nama Partai Demokrat.

“Dari awal sudah dapat dilihat tipu-tipu untuk memanfaatkan pendiri agar dianggap. Kongres legal, karena ada pendiri PD yang hadir. Ini lebih cenderung disebut aksi tipu-tipu. Tipu sana tipu sini,” ujar Hengky. ■

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 - 2024. PT Juan Global. All rights reserved. DigiBerita.com. |