DigiBerita.com | Bahasa Indonesia
22 January 2022

Digiberita.com

Berita Startup dan Ekonomi Digital

Diluncurkan Wawali Bogor Minaqu Bina Petani Tanaman Hias Dengan Green House –

4 min read

Minaqu Indonesia berkerja sama dengan Bank BJB Cabang Bogor meluncurkan green house tanaman hias di Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Bogor, Jumat (26/11). Green house tanaman hias ini menjadi proyek percontohan program kemitraan petani tanaman hias binaan Minaqu Indonesia yang rencana ke depannya akan diterapkan di setiap kelurahan di Kota Bogor.

“Di sini menjadi contohnya dulu. Kalau di sini sukses baru ke kelurahan lain seperti Rancamaya, Mulyaharja, Kertamaya, Genteng, Ranggamekar dan seterusnya,” kata Wakil Wali Kota (Wawali) Bogor Dedie A Rachim, yang hadir membuka green house tanaman hias ini didampingi Direktur Minaqu Indonesia Yasmin Sanad, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor.

Deddie melanjutkan, Minaqu berjanji green house akan ada di setiap kelurahan di Kota Bogor. “Paling tidak 12 kelurahan sudah cukup. Mungkin butuh waktu lima tahun, tapi kalau dalam dua tahun kita sudah punya green house dan punya sentra produksi itu sudah bagus,” lanjutnya.

Menurut Dedie, proses pembangunan green house dalam waktu dua bulan ini cukup cepat. Dedie pun memberikan apresiasi ke Minaqu Indonesia, karena green house yang dibuat sudah mulai produksi dan sebagian lagi dalam persiapan. Namun, Dedie berpesan, yang paling penting dalam pembentukan mitra tani ini, ada perubahan ekonomi yang dirasakan warga. Harus ada solusi untuk warga terkait dengan permasalahan ekonomi, dan green house menjadi salah satu solusinya.

“Saat ini, CEO Minaqu, Pak Ade Wardhana Adinata, sedang berkeliling Eropa untuk mengenalkan tanaman hias kepada buyer-buyer di sana. Itu salah satu cara memperluas pasar tanaman hias Indonesia, khususnya dari Bogor, agar para buyer di luar negeri tertarik membeli ke sini. Jadi, Bogor nanti bukan hanya memiliki pasar tanaman hias tapi juga memiliki sentra produksi tanaman hias di Indonesia. Ini siklus ekonomi yang harus kita jaga, pertahankan dan kita perbesar,” ucap Dedie.

Direktur Minaqu Indonesia Yasmin Sanad bersyukur, setelah dua bulan lalu melakukan peletakan batu pertama, kini green house sudah diresmikan dan siap di produksi. Yasmin mengatakan, peran Minaqu di sini sebagai off taker. Minaqu membina para petani tanaman hias termasuk memberikan penyuluhan dan pengembangbiakan bibit agar kualitas tanaman yang akan di ekspor sesuai permintaan pasar buyer Minaqu.

“Pasarnya sudah kita pegang. Minaqu juga dapat pesan dari Pak Menteri Pertanian, Minaqu jangan kaya sendiri tapi harus berbagi dan bekerja sama dengan masyarakat khususnya petani di Indonesia,” ujarnya.

Yasmin mengungkapkan, jika green house di Kelurahan Bojongkerta berhasil, akan diterapkan juga di seluruh kelurahan di Kota Bogor. Minimal 50 petani setiap kelurahannya. Sedangkan di Kabupaten Bogor, Minaqu sudah punya 1.000 petani.

Ia menjelaskan, tanaman hias yang dibudidayakan green house itu ada tiga jenis. Yaitu Philodendron Melanochrysum, Syngonium White Albo, Syngonium Triking. Tiga jenis itu, dipilih berdasarkan tren di pasaran. Pihaknya menargetkan, per bulan satu petani 150 tanaman. Sekitar tiga bulan kemudian sudah bisa siap panen.

“Niat kita berkegiatan sosial dan kemanusiaan terutama meningkatkan taraf ekonomi petani tanaman hias. Kita akan berikan penyuluhan, dan pengembangbiakan bibit agar peningkatan ekonomi tercapai,” tambahnya.

Sementara pihak BJB Kota Bogor yang diwakili Managernya, Ricki, mengatakan siap mendukung program Minaqu dan Pemerintah Kota Bogor. [WUR] ]]> , Minaqu Indonesia berkerja sama dengan Bank BJB Cabang Bogor meluncurkan green house tanaman hias di Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Bogor, Jumat (26/11). Green house tanaman hias ini menjadi proyek percontohan program kemitraan petani tanaman hias binaan Minaqu Indonesia yang rencana ke depannya akan diterapkan di setiap kelurahan di Kota Bogor.

“Di sini menjadi contohnya dulu. Kalau di sini sukses baru ke kelurahan lain seperti Rancamaya, Mulyaharja, Kertamaya, Genteng, Ranggamekar dan seterusnya,” kata Wakil Wali Kota (Wawali) Bogor Dedie A Rachim, yang hadir membuka green house tanaman hias ini didampingi Direktur Minaqu Indonesia Yasmin Sanad, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor.

Deddie melanjutkan, Minaqu berjanji green house akan ada di setiap kelurahan di Kota Bogor. “Paling tidak 12 kelurahan sudah cukup. Mungkin butuh waktu lima tahun, tapi kalau dalam dua tahun kita sudah punya green house dan punya sentra produksi itu sudah bagus,” lanjutnya.

Menurut Dedie, proses pembangunan green house dalam waktu dua bulan ini cukup cepat. Dedie pun memberikan apresiasi ke Minaqu Indonesia, karena green house yang dibuat sudah mulai produksi dan sebagian lagi dalam persiapan. Namun, Dedie berpesan, yang paling penting dalam pembentukan mitra tani ini, ada perubahan ekonomi yang dirasakan warga. Harus ada solusi untuk warga terkait dengan permasalahan ekonomi, dan green house menjadi salah satu solusinya.

“Saat ini, CEO Minaqu, Pak Ade Wardhana Adinata, sedang berkeliling Eropa untuk mengenalkan tanaman hias kepada buyer-buyer di sana. Itu salah satu cara memperluas pasar tanaman hias Indonesia, khususnya dari Bogor, agar para buyer di luar negeri tertarik membeli ke sini. Jadi, Bogor nanti bukan hanya memiliki pasar tanaman hias tapi juga memiliki sentra produksi tanaman hias di Indonesia. Ini siklus ekonomi yang harus kita jaga, pertahankan dan kita perbesar,” ucap Dedie.

Direktur Minaqu Indonesia Yasmin Sanad bersyukur, setelah dua bulan lalu melakukan peletakan batu pertama, kini green house sudah diresmikan dan siap di produksi. Yasmin mengatakan, peran Minaqu di sini sebagai off taker. Minaqu membina para petani tanaman hias termasuk memberikan penyuluhan dan pengembangbiakan bibit agar kualitas tanaman yang akan di ekspor sesuai permintaan pasar buyer Minaqu.

“Pasarnya sudah kita pegang. Minaqu juga dapat pesan dari Pak Menteri Pertanian, Minaqu jangan kaya sendiri tapi harus berbagi dan bekerja sama dengan masyarakat khususnya petani di Indonesia,” ujarnya.

Yasmin mengungkapkan, jika green house di Kelurahan Bojongkerta berhasil, akan diterapkan juga di seluruh kelurahan di Kota Bogor. Minimal 50 petani setiap kelurahannya. Sedangkan di Kabupaten Bogor, Minaqu sudah punya 1.000 petani.

Ia menjelaskan, tanaman hias yang dibudidayakan green house itu ada tiga jenis. Yaitu Philodendron Melanochrysum, Syngonium White Albo, Syngonium Triking. Tiga jenis itu, dipilih berdasarkan tren di pasaran. Pihaknya menargetkan, per bulan satu petani 150 tanaman. Sekitar tiga bulan kemudian sudah bisa siap panen.

“Niat kita berkegiatan sosial dan kemanusiaan terutama meningkatkan taraf ekonomi petani tanaman hias. Kita akan berikan penyuluhan, dan pengembangbiakan bibit agar peningkatan ekonomi tercapai,” tambahnya.

Sementara pihak BJB Kota Bogor yang diwakili Managernya, Ricki, mengatakan siap mendukung program Minaqu dan Pemerintah Kota Bogor. [WUR]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 PT Juan Global. All rights reserved. DigiBerita.com. | Newsphere by AF themes.