DigiBerita.com | Bahasa Indonesia
13 July 2024

Digiberita.com

Berita Startup dan Ekonomi Digital

Kasusnya Sedang Ditangani Polisi Kamboja 53 WNI Disekap AgenTenaga Kerja Bodong –

3 min read

Kasus dugaan penipuan penempatan kerja di Kamboja terjadi lagi. Korbannya, 53 Warga Negara Indonesia (WNI). Untungnya, kasus itu berhasil dibongkar kepolisian.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membenarkan kasus dugaan penyekapan 53 WNI di Kamboja. Mereka disinyalir menjadi korban agen tenaga kerja bodong. Informasi ini disampaikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamis (28/7).

“Berdasarkan laporan yang diterima KBRI Phnom Penh, 53 WNI yang disekap itu sudah diusut pihak kepolisian Kamboja,” terang Direktur Pelindungan WNI Kemlu Judha Nugraha dalam pesan singkatnya, Kamis.

Judha menjelaskan, kejadian ini bukan yang pertama. Kasus penipuan di perusahaan investasi palsu kian marak terjadi karena banyaknya tawaran kerja di Kamboja melalui media sosial.

Pada 2021, KBRI Phnom Penh telah berhasil menangani dan memulangkan 119 WNI korban agen tenaga kerja bodong. Namun tahun ini, kasus serupa malah terus bertambah. Hingga Juli ini, tercatat 291 WNI menjadi korban, dengan 133 orang di antaranya sudah berhasil dipulangkan.

Untuk menekan jumlah kasus tersebut, ujar Judha, Kemlu telah memfasilitasi penyidik Bareskrim Polri untuk melakukan penyelidikan di Kamboja. Menurut Judha, Pemerintah juga telah melakukan berbagai langkah sosialisasi agar masyarakat waspada terhadap modus-modus penipuan lowongan kerja di Kamboja.

“Dari para WNI yang telah dibebaskan, KBRI Phnom Penh memperoleh informasi mengenai para perekrut yang sebagian besar masih berasal dari Indonesia,” terang Judha.

 

Kasus penyekapan ini mengemuka dari aduan seorang warganet dengan akun @angelinahui97 kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah mengenai penyekapan terhadap WNI di Kamboja.

Melalui unggahan itu, dirinya meminta tolong kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk segera dibantu. Ganjar langsung memerintahkan Disnakertrans Provinsi Jateng untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Dikutip Antara News, kemarin, Kepala Disnakertrans Provinsi Jateng Sakina Rosellasari mengatakan, para WNI di Kamboja itu dijanjikan bekerja sebagai operator, petugas call center, dan bagian keuangan. Tetapi di lokasi penempatan tidak sesuai dengan kesepakatan.

“Modus pemberangkatan tidak secara prosedural. Setiap WNI berangkat dengan agensi berbeda. Menurut informasi dari yang bersangkutan bahwa dimungkinkan dalam tiga hari ke depan akan diperdagangkan,” jelasnya. ■ 
]]> , Kasus dugaan penipuan penempatan kerja di Kamboja terjadi lagi. Korbannya, 53 Warga Negara Indonesia (WNI). Untungnya, kasus itu berhasil dibongkar kepolisian.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membenarkan kasus dugaan penyekapan 53 WNI di Kamboja. Mereka disinyalir menjadi korban agen tenaga kerja bodong. Informasi ini disampaikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamis (28/7).

“Berdasarkan laporan yang diterima KBRI Phnom Penh, 53 WNI yang disekap itu sudah diusut pihak kepolisian Kamboja,” terang Direktur Pelindungan WNI Kemlu Judha Nugraha dalam pesan singkatnya, Kamis.

Judha menjelaskan, kejadian ini bukan yang pertama. Kasus penipuan di perusahaan investasi palsu kian marak terjadi karena banyaknya tawaran kerja di Kamboja melalui media sosial.

Pada 2021, KBRI Phnom Penh telah berhasil menangani dan memulangkan 119 WNI korban agen tenaga kerja bodong. Namun tahun ini, kasus serupa malah terus bertambah. Hingga Juli ini, tercatat 291 WNI menjadi korban, dengan 133 orang di antaranya sudah berhasil dipulangkan.

Untuk menekan jumlah kasus tersebut, ujar Judha, Kemlu telah memfasilitasi penyidik Bareskrim Polri untuk melakukan penyelidikan di Kamboja. Menurut Judha, Pemerintah juga telah melakukan berbagai langkah sosialisasi agar masyarakat waspada terhadap modus-modus penipuan lowongan kerja di Kamboja.

“Dari para WNI yang telah dibebaskan, KBRI Phnom Penh memperoleh informasi mengenai para perekrut yang sebagian besar masih berasal dari Indonesia,” terang Judha.

 

Kasus penyekapan ini mengemuka dari aduan seorang warganet dengan akun @angelinahui97 kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah mengenai penyekapan terhadap WNI di Kamboja.

Melalui unggahan itu, dirinya meminta tolong kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk segera dibantu. Ganjar langsung memerintahkan Disnakertrans Provinsi Jateng untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Dikutip Antara News, kemarin, Kepala Disnakertrans Provinsi Jateng Sakina Rosellasari mengatakan, para WNI di Kamboja itu dijanjikan bekerja sebagai operator, petugas call center, dan bagian keuangan. Tetapi di lokasi penempatan tidak sesuai dengan kesepakatan.

“Modus pemberangkatan tidak secara prosedural. Setiap WNI berangkat dengan agensi berbeda. Menurut informasi dari yang bersangkutan bahwa dimungkinkan dalam tiga hari ke depan akan diperdagangkan,” jelasnya. ■ 

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 - 2024. PT Juan Global. All rights reserved. DigiBerita.com. |