DigiBerita.com | Bahasa Indonesia
27 November 2021

Digiberita.com

Berita Startup dan Ekonomi Digital

Kemenhub Siap Lancarkan Transportasi KTT G20 –

3 min read

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) siap mendukung kelancaran konektivitas dan aksesibilitas transportasi pada penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, yang akan berlangsung pada 2022, di Bali. Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi usai mengikuti Rapat Koordinasi Kesiapan Presidensi Indonesia di KTT G20, yang dipimpin Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, di Bali, Kamis (25/11).

BKS, sapaan akrab Budi Karya, menjelaskan sejumlah langkah yang tengah disiapkan di Bali dalam menghadapi KTT G20 tersebut. Di antaranya, menyiapkan Bandara Internasional Ngurah Rai, pengadaan bus listrik dan stasiun pengisian daya (charging station), pengadaan Halte Trans Metro Dewata, dan manajemen rekayasa lalu lintas.

Mengenai kesiapan bandara untuk kedatangan para delegasi, BKS mengatakan, Bandara I Gusti Ngurah Rai telah memiliki kapasitas memadai. Namun demikian, Kemenhub tetap melakukan upaya antisipasi dengan menyiapkan bandara alternatif untuk tempat parkir pesawat para delegasi, yaitu bandara internasional yang ada di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Lombok, dan Makassar.

Saat ini, Bandara I Gusti Ngurah Rai memiliki panjang runway 3.000 x 45 meter, dua appron di utara dan selatan yang dapat menampung 1 pesawat wide big body, 12 pesawat wide body, 50 pesawat narrow body, dan 2 helikopter. Bandara ini juga memiliki terminal penumpang seluas 2.872 meter persegi dengan dilengkapi 20 konter imigrasi dan 8 konter bea cukai, serta fasilitas ruang tunggu berukuran 8.897 meter persegi.

Di sektor darat, Kemenhub bersama Korlantas Polri juga mempersiapkan manajemen rekayasa lalu lintas. Misalnya, pemberlakuan ganjil genap dan pembatasan operasional angkutan barang di 10 ruas jalan dari bandara menuju lokasi acara, pemberlakuan satu arah (one way) di beberapa ruas jalan di Bali, juga menyiapkan bus listrik melalui skema Buy The Service (BTS) dan shuttle bus dari bandara ke lokasi acara di Nusa Dua, Bali.

Selain itu, sejumlah infrastruktur transportasi dari dan ke Bali juga tengah disiapkan untuk mendukung kegiatan KTT G20. Di antaranya, pengembangan terminal wisata Pelabuhan Labuan Bajo, pengembangan Bandara Komodo, revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma. Serta, peningkatan layanan di Bandara Soekarno Hatta mulai tahapan pengecekan kesehatan, imigrasi, custom clearance, dan pengantaran delegasi menuju akomodasi masing-masing.

Kemenhub juga akan memastikan penerapan protokol kesehatan yang ketat di simpul transportasi, meliputi ruangan untuk pengecekan tes PCR, mitigasi kasus positif Covid-19, kebijakan isolasi, dan sejumlah langkah antisipatif lainnya. [USU] ]]> , Kementerian Perhubungan (Kemenhub) siap mendukung kelancaran konektivitas dan aksesibilitas transportasi pada penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, yang akan berlangsung pada 2022, di Bali. Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi usai mengikuti Rapat Koordinasi Kesiapan Presidensi Indonesia di KTT G20, yang dipimpin Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, di Bali, Kamis (25/11).

BKS, sapaan akrab Budi Karya, menjelaskan sejumlah langkah yang tengah disiapkan di Bali dalam menghadapi KTT G20 tersebut. Di antaranya, menyiapkan Bandara Internasional Ngurah Rai, pengadaan bus listrik dan stasiun pengisian daya (charging station), pengadaan Halte Trans Metro Dewata, dan manajemen rekayasa lalu lintas.

Mengenai kesiapan bandara untuk kedatangan para delegasi, BKS mengatakan, Bandara I Gusti Ngurah Rai telah memiliki kapasitas memadai. Namun demikian, Kemenhub tetap melakukan upaya antisipasi dengan menyiapkan bandara alternatif untuk tempat parkir pesawat para delegasi, yaitu bandara internasional yang ada di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Lombok, dan Makassar.

Saat ini, Bandara I Gusti Ngurah Rai memiliki panjang runway 3.000 x 45 meter, dua appron di utara dan selatan yang dapat menampung 1 pesawat wide big body, 12 pesawat wide body, 50 pesawat narrow body, dan 2 helikopter. Bandara ini juga memiliki terminal penumpang seluas 2.872 meter persegi dengan dilengkapi 20 konter imigrasi dan 8 konter bea cukai, serta fasilitas ruang tunggu berukuran 8.897 meter persegi.

Di sektor darat, Kemenhub bersama Korlantas Polri juga mempersiapkan manajemen rekayasa lalu lintas. Misalnya, pemberlakuan ganjil genap dan pembatasan operasional angkutan barang di 10 ruas jalan dari bandara menuju lokasi acara, pemberlakuan satu arah (one way) di beberapa ruas jalan di Bali, juga menyiapkan bus listrik melalui skema Buy The Service (BTS) dan shuttle bus dari bandara ke lokasi acara di Nusa Dua, Bali.

Selain itu, sejumlah infrastruktur transportasi dari dan ke Bali juga tengah disiapkan untuk mendukung kegiatan KTT G20. Di antaranya, pengembangan terminal wisata Pelabuhan Labuan Bajo, pengembangan Bandara Komodo, revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma. Serta, peningkatan layanan di Bandara Soekarno Hatta mulai tahapan pengecekan kesehatan, imigrasi, custom clearance, dan pengantaran delegasi menuju akomodasi masing-masing.

Kemenhub juga akan memastikan penerapan protokol kesehatan yang ketat di simpul transportasi, meliputi ruangan untuk pengecekan tes PCR, mitigasi kasus positif Covid-19, kebijakan isolasi, dan sejumlah langkah antisipatif lainnya. [USU]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 PT Juan Global. All rights reserved. DigiBerita.com. | Newsphere by AF themes.