DigiBerita.com | Bahasa Indonesia
22 January 2022

Digiberita.com

Berita Startup dan Ekonomi Digital

Libur Nataru, Mending Di Rumah Aja Menkes: Perketat Prokes Untuk Cegah Varian Omicron –

4 min read

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat memperketat protokol kesehatan (prokes) saat berada di tempat-tempat umum. Sebab, disiplin prokes akan mencegah berkembangnya Covid varian baru di negeri ini.

“Ayo perketat prokes. Saat berada di luar rumah, jangan pernah lupa pakai masker. Jangan buat kerumunan. Jangan bepergian jauh dulu saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ini penting untuk menghambat kemungkinan berkembangnya varian baru, termasuk varian Omicron,” ujar Menkes kepada RM.id di Jakarta, Sabtu (27/11) pagi.

Varian B.1.1.529 yang ditemukan di Afrika Selatan mesti diwaspadai. Apalagi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyatakan varian baru ini masuk kategori mengkhawatirkan (variant of concern/VOC) dan sudah diberi nama varian Omicron.

“Kita ikuti terus perkembangan varian baru ini. Kita tidak boleh lengah. Vaksinasi terus dikebut. Prokes diperketat di semua provinsi,” tegas Menkes.

Sebelumnya, mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan, ada 7 hal baik yang seyogyanya dilakukan Indonesia untuk mengantisipasi varian baru ini.

Pertama, menata ulang aturan masuknya pengunjung dari negara terjangkit. Hal ini dapat dilakukan secara rinci dengan mengecek riwayat perjalanan. Karena bisa saja sekarang datang dari negara aman, tapi beberapa hari sebelumnya berkunjung ke negara terjangkit.

Kedua, memberlakukan karantina dengan lebih ketat.Ketiga, sigap meningkatkan jumlah pemeriksaan WGS pada pendatang. Juga meningkatkan WGS di dalam negeri pada umumnya. “Sebaiknya, bisa sampai beberapa puluh ribu pemeriksaan, seperti dilakukan India,” ujar Prof. Tjandra, yang juga Guru Besar Universitas YARSI dan Universitas Indonesia (UI) ini.

Ketiga, ekstra waspada terhadap kemunculan klaster kasus di berbagai kabupaten/kota. Dalam konteks ini, surveilans berbasis lab harus terus ditingkatkan. Keempat, meningkatkan jumlah tes. “Semua kabupaten/kota harus melakukan tes, sesuai jumlah minimal WHO. Jangan hanya angka nasional,” tegas Prof. Tjandra.

Kelima, melakukan telusur pada semua kontak dari satu kasus, setidaknya sebagian besar. Sebab, jika hanya 8 orang yang ditelusur, pada berbagai keadaan mungkin belum cukup.

 

Keenam, meningkatkan vaksinasi. Agar 55 persen rakyat Indonesia yang belum mendapat vaksin memadai (2 kali), bisa segera mendapatkannya. Terutama, lansia. Dalam hal ini, perlu dicari mekanisme terbaik. Supaya laju vaksinasi yang diberitakan menurun, dapat meningkat dengan nyata.

Ketujuh, selalu mengikuti perkembangan ilmiah yang ada, yang mungkin berubah amat cepat. Serta semua keputusan harus berdasar bukti ilmiah atau evidence-based decision making process.

“Seluruh lapisan masyarakat luas, harus tetap ketat menjaga protokol kesehatan, 3M dan 5M, periksakan diri bila ada keluhan dan atau kontak dengan seseorang yang sakit (apalagi kalau datang dari negara terjangkit) dan segera divaksinasi,” pungkas Prof. Tjandra. [HES] ]]> , Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat memperketat protokol kesehatan (prokes) saat berada di tempat-tempat umum. Sebab, disiplin prokes akan mencegah berkembangnya Covid varian baru di negeri ini.

“Ayo perketat prokes. Saat berada di luar rumah, jangan pernah lupa pakai masker. Jangan buat kerumunan. Jangan bepergian jauh dulu saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ini penting untuk menghambat kemungkinan berkembangnya varian baru, termasuk varian Omicron,” ujar Menkes kepada RM.id di Jakarta, Sabtu (27/11) pagi.

Varian B.1.1.529 yang ditemukan di Afrika Selatan mesti diwaspadai. Apalagi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyatakan varian baru ini masuk kategori mengkhawatirkan (variant of concern/VOC) dan sudah diberi nama varian Omicron.

“Kita ikuti terus perkembangan varian baru ini. Kita tidak boleh lengah. Vaksinasi terus dikebut. Prokes diperketat di semua provinsi,” tegas Menkes.

Sebelumnya, mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan, ada 7 hal baik yang seyogyanya dilakukan Indonesia untuk mengantisipasi varian baru ini.

Pertama, menata ulang aturan masuknya pengunjung dari negara terjangkit. Hal ini dapat dilakukan secara rinci dengan mengecek riwayat perjalanan. Karena bisa saja sekarang datang dari negara aman, tapi beberapa hari sebelumnya berkunjung ke negara terjangkit.

Kedua, memberlakukan karantina dengan lebih ketat.Ketiga, sigap meningkatkan jumlah pemeriksaan WGS pada pendatang. Juga meningkatkan WGS di dalam negeri pada umumnya. “Sebaiknya, bisa sampai beberapa puluh ribu pemeriksaan, seperti dilakukan India,” ujar Prof. Tjandra, yang juga Guru Besar Universitas YARSI dan Universitas Indonesia (UI) ini.

Ketiga, ekstra waspada terhadap kemunculan klaster kasus di berbagai kabupaten/kota. Dalam konteks ini, surveilans berbasis lab harus terus ditingkatkan. Keempat, meningkatkan jumlah tes. “Semua kabupaten/kota harus melakukan tes, sesuai jumlah minimal WHO. Jangan hanya angka nasional,” tegas Prof. Tjandra.

Kelima, melakukan telusur pada semua kontak dari satu kasus, setidaknya sebagian besar. Sebab, jika hanya 8 orang yang ditelusur, pada berbagai keadaan mungkin belum cukup.

 

Keenam, meningkatkan vaksinasi. Agar 55 persen rakyat Indonesia yang belum mendapat vaksin memadai (2 kali), bisa segera mendapatkannya. Terutama, lansia. Dalam hal ini, perlu dicari mekanisme terbaik. Supaya laju vaksinasi yang diberitakan menurun, dapat meningkat dengan nyata.

Ketujuh, selalu mengikuti perkembangan ilmiah yang ada, yang mungkin berubah amat cepat. Serta semua keputusan harus berdasar bukti ilmiah atau evidence-based decision making process.

“Seluruh lapisan masyarakat luas, harus tetap ketat menjaga protokol kesehatan, 3M dan 5M, periksakan diri bila ada keluhan dan atau kontak dengan seseorang yang sakit (apalagi kalau datang dari negara terjangkit) dan segera divaksinasi,” pungkas Prof. Tjandra. [HES]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 PT Juan Global. All rights reserved. DigiBerita.com. | Newsphere by AF themes.