DigiBerita.com | Bahasa Indonesia
29 May 2022

Digiberita.com

Berita Startup dan Ekonomi Digital

Ludes Diserbu Emak-emak Migor Rp 14.000, Tambah Lagi Pak –

5 min read

Kebijakan pemerintah menjual minyak goreng (migor) murah dengan harga Rp 14 ribu per liter disambut antusias emak-emak. Sejak tiga hari lalu, minimarket yang menjual migor murah itu langsung diserbu emak-emak sampai ludes. Akibatnya, kemarin, migor mulai langka. Emak-emak yang tak kebagian minta pasokan migor murah ditambah lagi. 

Ibu Asih (55 tahun), warga Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, mengaku kesulitan mendapat migor murah yang dijual di minimarket di sekitar rumahnya. Pagi kemarin, ia mendatangi Indomaret Munjul untuk membeli migor. Namun, rak tempat menyimpan migor kosong melompong. “Kata petugas kasir, stok minyak gorengnya sudah habis sejak Kamis lalu,” kata Asih, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Ia mencoba mendatangi Alfamart, yang ada di depan Indomaret. Hasilnya, sama saja. Stok migor di “toko sebelah” juga sudah habis. Belum tahu kapan datang lagi. Asih pun pulang ke rumah dengan wajah cemberut. Harapannya mendapat migor murah tak terlaksana. Ia berharap pemerintah menambah stok migor murah.

Tak hanya di sekitaran Jakarta Timur, keberadaan migor murah ini juga langka di sekitaran Cileungsi, Bogor. Toko Indomaret yang ada di Perumahan Mutiara Venesia Cileungsi misalnya, sudah tak menjual minyak goreng lantaran stok kosong.

Keluhan emak-emak yang kesulitan mendapat migor murah ni juga terdengar di linimasa Twitter. Sebagian warganet penasaran, kenapa tiba-tiba migor menjadi barang langka. “Di kawasan kami minyak goreng ludes habis tak tersisa, ditimbun atau laku keras ya?” tanya akun @212bowie. 

Akun @nikkichantik yang mengaku warga Medan, Sumatera Utara, mengungkapkan pertanyaan yang sama. Saat belanja di Alfamart, ia mendengar kekecewaan emak-emak karena tak kebagian minyak goreng murah. Ia penasaran kenapa migor lenyap dari pasaran. Bahkan, di supermarket yang lumayan besar, merek Bimoli, Kunci Mas, Fortune, dan Sunco sudah susah dicari. Yang tersisa hanya merek Sovia. Itu pun terbatas. 

“Hampir semua tempat begitu. Jadi langka minyak goreng ini,” ujarnya sambil mengunggah foto rak tempat minyak goreng di sebuah supermarket yang kosong melompong. 

Keluhan emak-emak ini rupanya sampai juga ke telinga Wapres KH Ma’ruf Amin. Ia pun meminta Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi segera menangani kelangkaan migor yang dikeluhkan masyarakat. “Saya minta Menteri Perdagangan turun ke lapangan apa sebenarnya yang terjadi. Kalau perlu gelar operasi pasar,” pinta Kiai Ma’ruf, kemarin.

 

Mantan Rais Aam PBNU ini mengaku mendengar keluhan kelangkaan itu saat mengadakan rapat koordinasi pengembangan UMKM di Kantor Gubernur Banten, Kamis (20/1). Saat itu, ada peserta yang mengungkapkan migor seperti hilang dari pasaran.

Bagaimana tanggapan Lutfi? Dia mengatakan, kelangkaan ini karena ada warga yang memborong setelah mengetahui harga minyak goreng turun. “Mereka berusaha beli sebanyak-banyaknya. Kalau bisa, mau diborong semua kata,” kata Lutfi, dalam pesan singkat kemarin.

Karena ulah orang-orang seperti ini, banyak di toko kehabisan stok. “Itu saja problemnya, belum ditemukan kasus ada pedagang yang sengaja menyembunyikan minyak gorengnya,” ungkap eks Dubes RI untuk Amerika Serikat itu.

Ia memastikan, Kemendag akan terus mengawasi kebijakan harga minyak goreng Rp 14 ribu per liter. Kemendag akan menindak tegas jika ada peritel modern yang melanggar aturan tersebut.

“Produsen yang tidak mematuhi ketentuan, maka akan dikenakan sanksi berupa pembekuan atau pencabutan izin. Kami mengingatkan pemerintah akan mengambil langkah yang sangat tegas,” ujar Lutfi.

Tak hanya itu, Lutfi menegaskan semua pihak yang melakukan kecurangan atau penyelewengan migor murah akan dibawa ke meja hijau. Ia berharap, kebijakan pemerintah menerapkan migor satu harga bisa dirasakan semua pihak. Sementara, di sisi produsen tidak dirugikan karena selisih harga akan diganti oleh pemerintah.

“Penyediaan minyak goreng kemasan melalui ritel merupakan tahap awal. Selanjutnya kami akan memastikan minyak goreng kemasan Rp 14 ribu per liter tersedia di pasar tradisional di seluruh Indonesia,” pungkasnya. [BCG] ]]> , Kebijakan pemerintah menjual minyak goreng (migor) murah dengan harga Rp 14 ribu per liter disambut antusias emak-emak. Sejak tiga hari lalu, minimarket yang menjual migor murah itu langsung diserbu emak-emak sampai ludes. Akibatnya, kemarin, migor mulai langka. Emak-emak yang tak kebagian minta pasokan migor murah ditambah lagi. 

Ibu Asih (55 tahun), warga Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, mengaku kesulitan mendapat migor murah yang dijual di minimarket di sekitar rumahnya. Pagi kemarin, ia mendatangi Indomaret Munjul untuk membeli migor. Namun, rak tempat menyimpan migor kosong melompong. “Kata petugas kasir, stok minyak gorengnya sudah habis sejak Kamis lalu,” kata Asih, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Ia mencoba mendatangi Alfamart, yang ada di depan Indomaret. Hasilnya, sama saja. Stok migor di “toko sebelah” juga sudah habis. Belum tahu kapan datang lagi. Asih pun pulang ke rumah dengan wajah cemberut. Harapannya mendapat migor murah tak terlaksana. Ia berharap pemerintah menambah stok migor murah.

Tak hanya di sekitaran Jakarta Timur, keberadaan migor murah ini juga langka di sekitaran Cileungsi, Bogor. Toko Indomaret yang ada di Perumahan Mutiara Venesia Cileungsi misalnya, sudah tak menjual minyak goreng lantaran stok kosong.

Keluhan emak-emak yang kesulitan mendapat migor murah ni juga terdengar di linimasa Twitter. Sebagian warganet penasaran, kenapa tiba-tiba migor menjadi barang langka. “Di kawasan kami minyak goreng ludes habis tak tersisa, ditimbun atau laku keras ya?” tanya akun @212bowie. 

Akun @nikkichantik yang mengaku warga Medan, Sumatera Utara, mengungkapkan pertanyaan yang sama. Saat belanja di Alfamart, ia mendengar kekecewaan emak-emak karena tak kebagian minyak goreng murah. Ia penasaran kenapa migor lenyap dari pasaran. Bahkan, di supermarket yang lumayan besar, merek Bimoli, Kunci Mas, Fortune, dan Sunco sudah susah dicari. Yang tersisa hanya merek Sovia. Itu pun terbatas. 

“Hampir semua tempat begitu. Jadi langka minyak goreng ini,” ujarnya sambil mengunggah foto rak tempat minyak goreng di sebuah supermarket yang kosong melompong. 

Keluhan emak-emak ini rupanya sampai juga ke telinga Wapres KH Ma’ruf Amin. Ia pun meminta Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi segera menangani kelangkaan migor yang dikeluhkan masyarakat. “Saya minta Menteri Perdagangan turun ke lapangan apa sebenarnya yang terjadi. Kalau perlu gelar operasi pasar,” pinta Kiai Ma’ruf, kemarin.

 

Mantan Rais Aam PBNU ini mengaku mendengar keluhan kelangkaan itu saat mengadakan rapat koordinasi pengembangan UMKM di Kantor Gubernur Banten, Kamis (20/1). Saat itu, ada peserta yang mengungkapkan migor seperti hilang dari pasaran.

Bagaimana tanggapan Lutfi? Dia mengatakan, kelangkaan ini karena ada warga yang memborong setelah mengetahui harga minyak goreng turun. “Mereka berusaha beli sebanyak-banyaknya. Kalau bisa, mau diborong semua kata,” kata Lutfi, dalam pesan singkat kemarin.

Karena ulah orang-orang seperti ini, banyak di toko kehabisan stok. “Itu saja problemnya, belum ditemukan kasus ada pedagang yang sengaja menyembunyikan minyak gorengnya,” ungkap eks Dubes RI untuk Amerika Serikat itu.

Ia memastikan, Kemendag akan terus mengawasi kebijakan harga minyak goreng Rp 14 ribu per liter. Kemendag akan menindak tegas jika ada peritel modern yang melanggar aturan tersebut.

“Produsen yang tidak mematuhi ketentuan, maka akan dikenakan sanksi berupa pembekuan atau pencabutan izin. Kami mengingatkan pemerintah akan mengambil langkah yang sangat tegas,” ujar Lutfi.

Tak hanya itu, Lutfi menegaskan semua pihak yang melakukan kecurangan atau penyelewengan migor murah akan dibawa ke meja hijau. Ia berharap, kebijakan pemerintah menerapkan migor satu harga bisa dirasakan semua pihak. Sementara, di sisi produsen tidak dirugikan karena selisih harga akan diganti oleh pemerintah.

“Penyediaan minyak goreng kemasan melalui ritel merupakan tahap awal. Selanjutnya kami akan memastikan minyak goreng kemasan Rp 14 ribu per liter tersedia di pasar tradisional di seluruh Indonesia,” pungkasnya. [BCG]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 PT Juan Global. All rights reserved. DigiBerita.com. | Newsphere by AF themes.