DigiBerita.com | Bahasa Indonesia
22 May 2024

Digiberita.com

Berita Startup dan Ekonomi Digital

Realisasi Investasi Capai Rp 302 T –

5 min read

Realisasi investasi sepanjang periode April-Juni atau triwulan II-2022 mencapai Rp 302,2 triliun. Capaian tersebut meningkat 7,0 persen dibandingkan periode yang sama pada 2021.

Secara kumulatif, realisasi investasi sepanjang Januari-Juni atau semester I-2022 mencapai Rp 584,6 triliun, atau meningkat 32,0 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2021.

Pencapaian ini disampaikan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia da­lam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan II- 2022 di kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, kemarin.

“Capaian ini menandakan pulihnya perekonomian dan in­vestasi sejak pandemi Covid-19 melanda dua tahun yang lalu,” kata Bahlil dalam jumpa pers yang digelar virtual, kemarin.

Sejak pandemi, terang dia, para pelaku usaha telah melaku­kan penyesuaian, baik berupa penundaan maupun penghentian produksi sementara waktu.

Namun di saat bersamaan, Pe­merintah juga melakukan berba­gai upaya untuk membantu para pelaku usaha agar tetap bertahan, dan hasilnya dirasakan saat ini.

Mantan Ketua Umum Him­punan Pengusaha Muda Indo­nesia (Hipmi) itu menerangkan, peningkatan angka realisasi investasi pada triwulan II-2022 sebesar 7 persen ini, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Yang diprediksi se­jumlah pengamat ekonomi akan lebih dari 5 persen, melampaui triwulan I-2022.

“Kondisi ini tidak terlepas dari dukungan kebijakan Pemerintah dalam pemberian vaksin booster kepada masyarakat. Termasuk melonggarkan mobilitas dan ak­tivitas masyarakat,” jelas Bahlil.

Menurutnya, persebaran realisasi investasi di luar Pulau Jawa pada triwulan IIkembali lebih unggul dari Pulau Jawa.

Kontribusinya sebesar Rp 157,1 triliun atau 52 persen dari total investasi. Capaian ini meningkat 38 persen dari periode yang sama di tahun 2021.

Investasi di luar Pulau Jawa, menurut Bahlil, mendapat kon­tribusi yang besar dari Sulawesi Tengah di peringkat ketiga, dan Riau di peringkat kelima.

Selain dua daerah tersebut, posisi lima besar diduduki oleh Provinsi Jawa Barat (peringkat pertama), DKI Jakarta (peringkat kedua) dan Jawa Timur (peringkat keempat), yang masih memberi­kan kontribusi besar dalam realisasi investasi di triwulan ini.

 

“Capaian realisasi investasi pada triwulan II-2022 ini me­nyerap tenaga kerja sebesar 320.534 orang. Sedangkan se­lama periode Januari-Juni 2022 sebanyak 639.547 orang,” sam­bung Bahlil.

Berdasarkan sektor usaha, pada triwulan II-2022 realisasi investasi terbesar berasal dari sektor industri pengolahan. Terutama sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya yang berkontribusi 42,1 persen dari total investasi.

Bahlil menyebut, kontribusi sektor industri yang memberikan nilai tambah, khususnya industri pengolahan terkait hilirisasi tam­bang, makanan, kimia dan farmasi, cukup signifikan terhadap angka realisasi investasi dalam beberapa triwulan terakhir. Ini merefleksikan transformasi ekonomi di Indonesia terus berlangsung.

“Kondisi ini sekaligus menun­jukkan proses industrialisasi juga tumbuh,” ucap Bahlil.

Sementara, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) pada tri­wulan II-2022 mencapai Rp 163,2 triliun atau 54 persen dari total investasi. Jumlah tersebut mening­kat 39,7 persen dibanding periode yang sama di tahun 2021.

Kontribusi PMA ini meru­pakan tertinggi dibandingkan beberapa triwulan sebelumnya. Hal ini banyak ditunjang oleh realisasi aktivitas hilirisasi tam­bang dan industri petrokimia, yang saat ini sudah banyak me­masuki tahap konstruksi.

Adapun kontribusi investasi terbesar PMA berasal dari Singapura (3,1 miliar dolar AS), China (2,3 miliar dolar AS), Hong Kong (1,4 miliar dolar AS), Jepang (0,9 miliar dolar AS) dan Amerika Serikat (0,8 miliar dolar AS).

Bahlil mengatakan, pihaknya memahami, situasi perekono­mian global saat ini sedang tidak menentu akibat perang Rusia-Ukraina. Ditambah lagi, adanya pengetatan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika. se­muanya menjadi tantangan berat bagi iklim investasi di Indonesia pada waktu mendatang.

“Namun, dengan melihat ki­nerja ekonomi Indonesia saat ini, serta pertumbuhan realisasi investasi, kami masih tetap opti­mis target realisasi investasi Rp 1.200 triliun dapat dicapai,” ujar Bahlil. [NOV] ]]> , Realisasi investasi sepanjang periode April-Juni atau triwulan II-2022 mencapai Rp 302,2 triliun. Capaian tersebut meningkat 7,0 persen dibandingkan periode yang sama pada 2021.

Secara kumulatif, realisasi investasi sepanjang Januari-Juni atau semester I-2022 mencapai Rp 584,6 triliun, atau meningkat 32,0 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2021.

Pencapaian ini disampaikan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia da­lam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan II- 2022 di kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, kemarin.

“Capaian ini menandakan pulihnya perekonomian dan in­vestasi sejak pandemi Covid-19 melanda dua tahun yang lalu,” kata Bahlil dalam jumpa pers yang digelar virtual, kemarin.

Sejak pandemi, terang dia, para pelaku usaha telah melaku­kan penyesuaian, baik berupa penundaan maupun penghentian produksi sementara waktu.

Namun di saat bersamaan, Pe­merintah juga melakukan berba­gai upaya untuk membantu para pelaku usaha agar tetap bertahan, dan hasilnya dirasakan saat ini.

Mantan Ketua Umum Him­punan Pengusaha Muda Indo­nesia (Hipmi) itu menerangkan, peningkatan angka realisasi investasi pada triwulan II-2022 sebesar 7 persen ini, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Yang diprediksi se­jumlah pengamat ekonomi akan lebih dari 5 persen, melampaui triwulan I-2022.

“Kondisi ini tidak terlepas dari dukungan kebijakan Pemerintah dalam pemberian vaksin booster kepada masyarakat. Termasuk melonggarkan mobilitas dan ak­tivitas masyarakat,” jelas Bahlil.

Menurutnya, persebaran realisasi investasi di luar Pulau Jawa pada triwulan IIkembali lebih unggul dari Pulau Jawa.

Kontribusinya sebesar Rp 157,1 triliun atau 52 persen dari total investasi. Capaian ini meningkat 38 persen dari periode yang sama di tahun 2021.

Investasi di luar Pulau Jawa, menurut Bahlil, mendapat kon­tribusi yang besar dari Sulawesi Tengah di peringkat ketiga, dan Riau di peringkat kelima.

Selain dua daerah tersebut, posisi lima besar diduduki oleh Provinsi Jawa Barat (peringkat pertama), DKI Jakarta (peringkat kedua) dan Jawa Timur (peringkat keempat), yang masih memberi­kan kontribusi besar dalam realisasi investasi di triwulan ini.

 

“Capaian realisasi investasi pada triwulan II-2022 ini me­nyerap tenaga kerja sebesar 320.534 orang. Sedangkan se­lama periode Januari-Juni 2022 sebanyak 639.547 orang,” sam­bung Bahlil.

Berdasarkan sektor usaha, pada triwulan II-2022 realisasi investasi terbesar berasal dari sektor industri pengolahan. Terutama sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya yang berkontribusi 42,1 persen dari total investasi.

Bahlil menyebut, kontribusi sektor industri yang memberikan nilai tambah, khususnya industri pengolahan terkait hilirisasi tam­bang, makanan, kimia dan farmasi, cukup signifikan terhadap angka realisasi investasi dalam beberapa triwulan terakhir. Ini merefleksikan transformasi ekonomi di Indonesia terus berlangsung.

“Kondisi ini sekaligus menun­jukkan proses industrialisasi juga tumbuh,” ucap Bahlil.

Sementara, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) pada tri­wulan II-2022 mencapai Rp 163,2 triliun atau 54 persen dari total investasi. Jumlah tersebut mening­kat 39,7 persen dibanding periode yang sama di tahun 2021.

Kontribusi PMA ini meru­pakan tertinggi dibandingkan beberapa triwulan sebelumnya. Hal ini banyak ditunjang oleh realisasi aktivitas hilirisasi tam­bang dan industri petrokimia, yang saat ini sudah banyak me­masuki tahap konstruksi.

Adapun kontribusi investasi terbesar PMA berasal dari Singapura (3,1 miliar dolar AS), China (2,3 miliar dolar AS), Hong Kong (1,4 miliar dolar AS), Jepang (0,9 miliar dolar AS) dan Amerika Serikat (0,8 miliar dolar AS).

Bahlil mengatakan, pihaknya memahami, situasi perekono­mian global saat ini sedang tidak menentu akibat perang Rusia-Ukraina. Ditambah lagi, adanya pengetatan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika. se­muanya menjadi tantangan berat bagi iklim investasi di Indonesia pada waktu mendatang.

“Namun, dengan melihat ki­nerja ekonomi Indonesia saat ini, serta pertumbuhan realisasi investasi, kami masih tetap opti­mis target realisasi investasi Rp 1.200 triliun dapat dicapai,” ujar Bahlil. [NOV]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 - 2024. PT Juan Global. All rights reserved. DigiBerita.com. |