DigiBerita.com | Bahasa Indonesia
27 November 2021

Digiberita.com

Berita Startup dan Ekonomi Digital

Soal Kesiapan KTT G20 2022 Luhut: Jangan Cuma Omong-omong, Semua Harus Pasang Target –

4 min read

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terus berupaya memastikan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun 2022.

“Kita mau memastikan kelancaran 182 kegiatan pada rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun 2022, yang akan diselenggarakan di berbagai lokasi. Untuk itu, saya minta persiapan yang matang di berbagai aspek,” kata Luhut saat memimpin Rapat Koordinasi Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara Presidensi G20 tahun 2022 di Nusa Dua Bali, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (25/11).

Untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan KTT G20 tahun depan, Luhut meminta Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan, TNI dan Kementerian Kesehatan membuat standar layanan acara, pada masing-masing bidang yang dapat diaplikasikan pada rangkaian kegiatan G20.

“Kita di sini kerja tim. Kita kerjakan dengan persiapan yang baik, maka hasilnya akan baik. Seperti saat kita selenggarakan IMF-WB Annual Meeting. Semua pihak memandang sebelah mata. Tapi kita buktikan, bangsa ini adalah bangsa besar yang bisa menyelesaikan masalahnya,” tegas Luhut.

Luhut meminta agar semua instansi dan pihak yang terlibat, bekerja dengan penuh rasa bangga dan tulus. Jangan merasa lembaganya yang paling hebat, karena penyelenggaraan tersebut merupakan kerja tim.

“Saya minta semua yang hadir hari ini jangan hanya omong-omong saja. Semua harus pasang target. Ukuran sukses kita adalah keberhasilan mencapai target,” tambahnya.

Terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan selama kegiatan, Luhut meminta agar Menteri Kesehatan dimasukkan dalam Keputusan Presiden No.12 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan panduan tertulis untuk para peserta KTT G20, terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan. Mulai dari kedatangan para peserta, selama perhelatan acara, sampai dengan saat kepulangan.

“Kami sedang berkoordinasi agar ada standar minimum pelayanan kesehatan untuk masing-masing meeting dapat terlaksana,” kata Menkes.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate juga diminta untuk agar mempersiapkan publikasi yang masif. Untuk itu, Menkominfo.akan melaksanakan orkestrasi komunikasi publik dengan baik.

“Penyampaian orkestrasi ini saya minta kepada Bakohumas Kementerian/Lembaga, agar saling berkoordinasi. Kita juga akan laksanakan forum tematik dengan media-media nasional, dalam hal ini saya minta para pimpinan K/L dapat turut serta,” terangnya.

Menkominfo juga menyampaikan akan melaksanakan forum tematik dengan media asing  yang telah memiliki jaringan di Indonesia sebagai bagian orkestrasi informasi.

“Untuk itu, saya minta bantuan Kementerian Luar Negeri sebagai penghubung dengan media internasional ini. Langkah ini perlu dilakukan sebagai langkah proaktif dalam membangun relasi yang baik dengan media,” pungkas Menkominfo. [HES] ]]> , Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terus berupaya memastikan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun 2022.

“Kita mau memastikan kelancaran 182 kegiatan pada rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun 2022, yang akan diselenggarakan di berbagai lokasi. Untuk itu, saya minta persiapan yang matang di berbagai aspek,” kata Luhut saat memimpin Rapat Koordinasi Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara Presidensi G20 tahun 2022 di Nusa Dua Bali, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (25/11).

Untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan KTT G20 tahun depan, Luhut meminta Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan, TNI dan Kementerian Kesehatan membuat standar layanan acara, pada masing-masing bidang yang dapat diaplikasikan pada rangkaian kegiatan G20.

“Kita di sini kerja tim. Kita kerjakan dengan persiapan yang baik, maka hasilnya akan baik. Seperti saat kita selenggarakan IMF-WB Annual Meeting. Semua pihak memandang sebelah mata. Tapi kita buktikan, bangsa ini adalah bangsa besar yang bisa menyelesaikan masalahnya,” tegas Luhut.

Luhut meminta agar semua instansi dan pihak yang terlibat, bekerja dengan penuh rasa bangga dan tulus. Jangan merasa lembaganya yang paling hebat, karena penyelenggaraan tersebut merupakan kerja tim.

“Saya minta semua yang hadir hari ini jangan hanya omong-omong saja. Semua harus pasang target. Ukuran sukses kita adalah keberhasilan mencapai target,” tambahnya.

Terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan selama kegiatan, Luhut meminta agar Menteri Kesehatan dimasukkan dalam Keputusan Presiden No.12 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan panduan tertulis untuk para peserta KTT G20, terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan. Mulai dari kedatangan para peserta, selama perhelatan acara, sampai dengan saat kepulangan.

“Kami sedang berkoordinasi agar ada standar minimum pelayanan kesehatan untuk masing-masing meeting dapat terlaksana,” kata Menkes.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate juga diminta untuk agar mempersiapkan publikasi yang masif. Untuk itu, Menkominfo.akan melaksanakan orkestrasi komunikasi publik dengan baik.

“Penyampaian orkestrasi ini saya minta kepada Bakohumas Kementerian/Lembaga, agar saling berkoordinasi. Kita juga akan laksanakan forum tematik dengan media-media nasional, dalam hal ini saya minta para pimpinan K/L dapat turut serta,” terangnya.

Menkominfo juga menyampaikan akan melaksanakan forum tematik dengan media asing  yang telah memiliki jaringan di Indonesia sebagai bagian orkestrasi informasi.

“Untuk itu, saya minta bantuan Kementerian Luar Negeri sebagai penghubung dengan media internasional ini. Langkah ini perlu dilakukan sebagai langkah proaktif dalam membangun relasi yang baik dengan media,” pungkas Menkominfo. [HES]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 PT Juan Global. All rights reserved. DigiBerita.com. | Newsphere by AF themes.