DigiBerita.com | Bahasa Indonesia
2 March 2024

Digiberita.com

Berita Startup dan Ekonomi Digital

Suaranya Serak Pak Jokowi, Sehat-sehat Ya –

4 min read

Suara Presiden Jokowi yang terdengar berat dan serak saat kunjungan ke Pulau Rinca, Ta­man Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (21/7) lalu, mengundang perhatian netizen. Mereka mengkhawatirkan kesehatan RI-1 itu. Pak Jokowi sehat-sehat ya.

Hari itu, agenda Jokowi me­mang terbilang padat. Pagi-pagi sekitar pukul 6.42 WIB sudah lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Jokowi berangkat didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi beserta rom­bongan. Ada Sekretaris Kabinet Pra­mono Anung, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Har­jono, Komandan Paspampres Marsma TNI Wahyu Hidayat, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Tiba di sana, mantan Wali Kota Solo itu langsung mengawali kunjungannya dengan meresmikan Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo. Wajahnya terlihat sedikit lelah karena baru saja menempuh perjalanan udara yang lumayan jauh.

Tak lama, ia lalu geser ke Pulau Rinca. Dalam perjalanan ke sana, wa­jahnya justru tampak segar. Beberapa kali senyum dan tawanya pecah di atas kapal Pinisi. Salah satu momen ketika menanggapi kelakar Seskab Pramono.

“Waktu saya ke Labuan Bajo tahun 2015 Pak, ada plang bertulis­kan tanah ini milik Johnny G. Plate (Menkominfo),” ucap Pramono, yang langsung ditimpali presiden.

“Seberapa besar… Papannya?” tanya Jokowi yang langsung bikin rombongan cekikikan, lalu ketawa. “Sekarang sudah dipakai untuk jalan oleh Pak Basuki (Menteri PUPR),” sahut Plate.

Selain ngobrol seru dengan para menteri, Jokowi juga terlihat asik berfoto ria dengan Ibu Negara dengan latar pemandangan Labuan Bajo yang eksotis. “Labuan Bajo ini komplet, budaya ada, pemandangan sangat bagus,” puji Jokowi.

 

Tiba di Pulau Rinca, Presiden melihat-lihat penataan pulau yang masuk dalam salah satu dari lima destinasi super prioritas di Indone­sia itu. Jokowi jalan-jalan bersama rombongan di bawah matahari terik. Kepalanya cuma ditutup topi rimba warna cokelat muda. Tak ada payung-payungan.

Saat dicegat wartawan, Jokowi mulai terlihat lelah. Nada dan tempo bicaranya juga pelan. Serak dan berat. Khususnya saat menanggapi pertanyaan soal penanganan kasus kematian Brigadir J.

“Saya kan sudah sampaikan. Usut tuntas. Buka apa adanya. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Transparan,” ucap Jokowi, pelan. Ia sesekali mendehem.

“Itu penting untuk agar masyarakat tidak ada keraguan terhadap peristiwa yang ada. Yang harus dijaga kepercayaan publik terhadap Polri,” sambungnya.

Pernyataan Jokowi yang terekam dalam video berdurasi 40 detik itu pun beredar di Twitter. Salah satunya di-retweet Fahri Hamzah dari akun @YoutubeILC. Lalu ia beri caption.

“Suara beliau serak… Perlu istirahat sejenak… Minum air jeruk nipis.. Pak­ai madu hutan pulau komodo… Biar segar kembali..,” cuitnya. Hingga tadi malam, kicauannya itu mendapatkan 210 suka, 40 retweet dan 60 komentar.

@Nursulaeman7 malah merespons cuitan Fahri agar presiden istirahat sejenak, agar segar kembali. “Lhaa… Lagi asyik-asyiknya, kok disuruh istirahat,” tulisnya.

Hingga tadi malam, pihak di Istana yang dikonfirmasi soal kesehatan RI 1 itu tak ada yang merespons. Semoga Presiden Jokowi baik-baik saja ya. [SAR] ]]> , Suara Presiden Jokowi yang terdengar berat dan serak saat kunjungan ke Pulau Rinca, Ta­man Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (21/7) lalu, mengundang perhatian netizen. Mereka mengkhawatirkan kesehatan RI-1 itu. Pak Jokowi sehat-sehat ya.

Hari itu, agenda Jokowi me­mang terbilang padat. Pagi-pagi sekitar pukul 6.42 WIB sudah lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Jokowi berangkat didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi beserta rom­bongan. Ada Sekretaris Kabinet Pra­mono Anung, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Har­jono, Komandan Paspampres Marsma TNI Wahyu Hidayat, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Tiba di sana, mantan Wali Kota Solo itu langsung mengawali kunjungannya dengan meresmikan Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo. Wajahnya terlihat sedikit lelah karena baru saja menempuh perjalanan udara yang lumayan jauh.

Tak lama, ia lalu geser ke Pulau Rinca. Dalam perjalanan ke sana, wa­jahnya justru tampak segar. Beberapa kali senyum dan tawanya pecah di atas kapal Pinisi. Salah satu momen ketika menanggapi kelakar Seskab Pramono.

“Waktu saya ke Labuan Bajo tahun 2015 Pak, ada plang bertulis­kan tanah ini milik Johnny G. Plate (Menkominfo),” ucap Pramono, yang langsung ditimpali presiden.

“Seberapa besar… Papannya?” tanya Jokowi yang langsung bikin rombongan cekikikan, lalu ketawa. “Sekarang sudah dipakai untuk jalan oleh Pak Basuki (Menteri PUPR),” sahut Plate.

Selain ngobrol seru dengan para menteri, Jokowi juga terlihat asik berfoto ria dengan Ibu Negara dengan latar pemandangan Labuan Bajo yang eksotis. “Labuan Bajo ini komplet, budaya ada, pemandangan sangat bagus,” puji Jokowi.

 

Tiba di Pulau Rinca, Presiden melihat-lihat penataan pulau yang masuk dalam salah satu dari lima destinasi super prioritas di Indone­sia itu. Jokowi jalan-jalan bersama rombongan di bawah matahari terik. Kepalanya cuma ditutup topi rimba warna cokelat muda. Tak ada payung-payungan.

Saat dicegat wartawan, Jokowi mulai terlihat lelah. Nada dan tempo bicaranya juga pelan. Serak dan berat. Khususnya saat menanggapi pertanyaan soal penanganan kasus kematian Brigadir J.

“Saya kan sudah sampaikan. Usut tuntas. Buka apa adanya. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Transparan,” ucap Jokowi, pelan. Ia sesekali mendehem.

“Itu penting untuk agar masyarakat tidak ada keraguan terhadap peristiwa yang ada. Yang harus dijaga kepercayaan publik terhadap Polri,” sambungnya.

Pernyataan Jokowi yang terekam dalam video berdurasi 40 detik itu pun beredar di Twitter. Salah satunya di-retweet Fahri Hamzah dari akun @YoutubeILC. Lalu ia beri caption.

“Suara beliau serak… Perlu istirahat sejenak… Minum air jeruk nipis.. Pak­ai madu hutan pulau komodo… Biar segar kembali..,” cuitnya. Hingga tadi malam, kicauannya itu mendapatkan 210 suka, 40 retweet dan 60 komentar.

@Nursulaeman7 malah merespons cuitan Fahri agar presiden istirahat sejenak, agar segar kembali. “Lhaa… Lagi asyik-asyiknya, kok disuruh istirahat,” tulisnya.

Hingga tadi malam, pihak di Istana yang dikonfirmasi soal kesehatan RI 1 itu tak ada yang merespons. Semoga Presiden Jokowi baik-baik saja ya. [SAR]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 - 2024. PT Juan Global. All rights reserved. DigiBerita.com. |