DigiBerita.com | Bahasa Indonesia
2 March 2024

Digiberita.com

Berita Startup dan Ekonomi Digital

Tertinggi Di Kendari BPS: Inflasi Juli 0,64 Persen, Paling Banyak Disumbang Cabe Merah –

2 min read

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi sebesar 0,64 persen pada Juli 2022. Atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,09 pada Juni, menjadi 111,8 pada Juli.

Sementara inflasi tahun kalender 2022 (Juli 2022 terhadap Desember 2021), tercatat 3,85 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun (Juli 2022 terhadap Juli 2021), ada di angka 4,94 persen.

“Sebanyak 90 kota, seluruhnya mengalami inflasi. Tertinggi di Kendari 2,27 persen. Terendah di Pematang Siantar dan Tanjung 0,04 persen,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers virtual, Senin (1/8).

Margo menjelaskan, inflasi Juli paling banyak disumbang oleh kenaikan harga cabe merah, tarif angkutan udara, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, dan cabe rawit.

Sementara inflasi di Kendari, disumbang oleh kenaikan tarif angkutan udara dengan andil 0,75 persen, ikan layang atau ikan benggol 0,19 persen dan bawang merah 0,15 persen.

“Jika dilihat berdasarkan komponen, andil terbesar berasal dari harga bergejolak yaitu sebesar 0,25 persen akibat komoditas cabe merah, bawang merah dan cabe rawit. Penyumbang kedua adalah komponen harga diatur pemerintah dengan andil 0,21 persen. Yang berasal dari kenaikan tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, rokok filter dan tarif listrik,” papar Margo.

Kenaikan tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 3.500 – 5.500 VA dan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas mulai 1 Juli 2022, terbukti menyebabkan andil terhadap inflasi sebesar 0,01 persen.

Sementara penyumbang ketiga inflasi adalah komponen inti (0,18 persen), serta komoditas pendorong seperti ikan segar, mobil dan sewa rumah.

Inflasi Juli 2022 merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2015, yang kala itu tercatat 6,25 persen (yoy). ■
]]> , Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi sebesar 0,64 persen pada Juli 2022. Atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,09 pada Juni, menjadi 111,8 pada Juli.

Sementara inflasi tahun kalender 2022 (Juli 2022 terhadap Desember 2021), tercatat 3,85 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun (Juli 2022 terhadap Juli 2021), ada di angka 4,94 persen.

“Sebanyak 90 kota, seluruhnya mengalami inflasi. Tertinggi di Kendari 2,27 persen. Terendah di Pematang Siantar dan Tanjung 0,04 persen,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers virtual, Senin (1/8).

Margo menjelaskan, inflasi Juli paling banyak disumbang oleh kenaikan harga cabe merah, tarif angkutan udara, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, dan cabe rawit.

Sementara inflasi di Kendari, disumbang oleh kenaikan tarif angkutan udara dengan andil 0,75 persen, ikan layang atau ikan benggol 0,19 persen dan bawang merah 0,15 persen.

“Jika dilihat berdasarkan komponen, andil terbesar berasal dari harga bergejolak yaitu sebesar 0,25 persen akibat komoditas cabe merah, bawang merah dan cabe rawit. Penyumbang kedua adalah komponen harga diatur pemerintah dengan andil 0,21 persen. Yang berasal dari kenaikan tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, rokok filter dan tarif listrik,” papar Margo.

Kenaikan tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 3.500 – 5.500 VA dan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas mulai 1 Juli 2022, terbukti menyebabkan andil terhadap inflasi sebesar 0,01 persen.

Sementara penyumbang ketiga inflasi adalah komponen inti (0,18 persen), serta komoditas pendorong seperti ikan segar, mobil dan sewa rumah.

Inflasi Juli 2022 merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2015, yang kala itu tercatat 6,25 persen (yoy). ■

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 - 2024. PT Juan Global. All rights reserved. DigiBerita.com. |