Gempa M7,7 Flores: Pemerintah Bergerak dari Tanggap Darurat ke Pemulihan NTT
1 min read
Pasca gempa M7,7 Flores, pemerintah Indonesia fokus pada pemulihan pascabencana, mulai dari penyediaan hunian, perbaikan infrastruktur, hingga pemulihan aktivitas masyarakat. ,
JAKARTA – Penanganan gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah beranjak dari fase tanggap darurat menuju tahap pemulihan. Pemerintah membangun pola penanganan yang terintegrasi, mulai dari evakuasi, pemenuhan kebutuhan darurat, hingga pemulihan tempat tinggal dan infrastruktur masyarakat.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menetapkan delapan langkah strategis dalam penanganan darurat gempa Flores. Langkah-langkah ini mencakup penetapan status darurat, pembentukan posko, penguatan komando lapangan, dukungan logistik, operasi pencarian dan pertolongan (SAR), pemulihan layanan dasar, pengerahan alutsista, hingga penyediaan informasi melalui media center resmi.
Enam kabupaten yang terdampak parah, yaitu Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, dan Sikka, didorong untuk segera menetapkan status darurat. Status ini penting agar dukungan dari BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta kementerian/lembaga terkait dapat diberikan secara maksimal.
. Sumber : Jabaronline | Situs Berita Terkini dan Terpercaya Jawa Barat