Keracunan MBG Jadi Sorotan, Kepala BGN Perketat Keamanan Pangan dan Siapkan Sanksi Dapur Bermasalah
1 min read
BGN perketat SOP keamanan pangan dan wajibkan SLHS usai insiden keracunan MBG di Berastagi, Karo. 950 dapur yang bermasalah terancam ditutup. ,
KARO — Peristiwa dugaan keracunan makanan yang menimpa 255 siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali menempatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam sorotan tajam. Insiden ini memicu gelombang kritik publik di media sosial yang mempertanyakan efektivitas tata kelola dan sistem pengawasan program prioritas nasional tersebut.
Para pelajar yang mengalami gejala pusing, mual, hingga muntah usai menyantap makanan program MBG langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan setempat untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Di ranah publik, beredar kesaksian terkait kondisi lauk yang diduga tidak layak konsumsi, berbau busuk, hingga terindikasi kontaminasi lalat dan ulat. Meski kesaksian tersebut masih memerlukan pembuktian resmi melalui uji laboratorium, narasi mengenai lemahnya pengawasan pangan telanjur berkembang luas di masyarakat.
Menanggapi berbagai sorotan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mulai memberlakukan serangkaian kebijakan pengetatan tata kelola pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). BGN menerapkan prinsip zero tolerance atau tanpa toleransi terhadap kelalaian prosedur keamanan pangan (food safety) di seluruh unit operasional.
. Sumber : Jabaronline | Situs Berita Terkini dan Terpercaya Jawa Barat