DigiBerita.com | Bahasa Indonesia
22 May 2024

Digiberita.com

Berita Startup dan Ekonomi Digital

Kompak Tekan Inflasi BI Ajak Kepala Daerah Gelar Operasi Pangan –

5 min read

Bank Indonesia (BI) bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP & TPID) terus berkomitmen menjaga terkendalinya inflasi nasional. Pengendalian inflasi pangan ini penting, karena kenaikan harga pangan berdampak luas dan menyangkut hajat hidup orang banyak.

Hal tersebut mengemuka dalam peluncuran Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (Gernas PIP) yang digelar secara hibrida di Malang, Jawa Timur, kemarin. Selain Gubernur BI Perry Warjiyo, acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Anggota Komisi XI DPR An­dreas Eddy Susetyo, serta stake­holders utama lainnya.

Perry mengajak seluruh pihak menggelorakan semangat dan berjuang bersama dalam mengendalikan inflasi, khususnya inflasi pangan. Apalagi saat ini Indonesia tengah dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti ketidakpastian ekonomi global dan risiko stagflasi.

Menurutnya, sinergi dan langkah bersama yang dapat ditempuh ditujukan untuk mengendalikan inflasi pangan pada 2022. Hal ini karena inflasi pangan memiliki bobot yang cukup besar dari komposisi pengeluaran masyarakat. Se­hingga pengendalian inflasi, akan memberikan dampak sosial yang besar untuk kesejahteraan masyarakat.

“Upaya sinergi antar daerah diperlukan untuk mencukupi kelangkaan pangan serta meningkatkan kapasitas produksi sebagai langkah antisipasi ge­jolak ketahanan pangan,” im­buhnya.

Perry mengatakan, salah satu upaya yang akan dilakukan untuk menekan inflasi pangan adalah dengan melakukan gerakan operasi pasar na­sional. Dengan begitu, harga bahan pokok makanan sehari-hari masyarakat seperti cabe, bawang, telur, daging, dan minyak bisa turun dan berada di harga yang stabil.

Teranyar, pihaknya sedang melakukan koordinasi operasi pasar di pusat bersama Bupati/Wali Kota, agar bisa menggu­nakan anggaran daerahnya un­tuk melakukan operasi pasar. Salah satu daerah yang akan melakukan operasi pasar adalah Provinsi Jawa Timur.

Perry juga menghimbau agar antar daerah bisa saling bekerja sama, agar proses operasi pasar bisa berjalan efisien. Sebab di pasar terdapat mata rantai, mulai dari petani, pengepul kecil hingga menengah dan besar.

 

Senada dengan Gubernur BI, Andreas Eddy Susetyo, menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas upaya Bank Indonesia bersama dengan Pe­merintah Pusat dan Daerah. Serta otoritas terkait dalam mengendalikan inflasi pangan khususnya pada Gernas PIP.

Andreas turut menekankan perlunya melibatkan masyarakat dalam menggelorakan semangat kegotongroyongan untuk mengendalikan inflasi pangan dimulai dari tingkat rumah tangga, Pemerintah Daerah dan Pusat. “Sinergi dan kolaborasi berbagai pihak akan menjadi modal utama dalam mengatasi permasalahan inflasi,” katanya.

Sementara Khofifah menyam­paikan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama TPID Provinsi Jawa Timur dan seluruh stakeholders turut mendukung upaya stabilisasi harga. Juga senantiasa bersinergi menjaga terkendalinya inflasi pangan.

Hal tersebut, menurut Khofi­fah, membutuhkan strong part­nership dan komitmen seluruh elemen terkait di dalam neg­eri. Dalam upaya pengenda­lian inflasi pangan, diperlukan implementasi kebijakan riil yang bisa dirasakan langsung oleh para petani dan peternak.

Mengawali implementasi Gernas PIP dalam pengendalian inflasi, Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi dan TPID Provinsi di seluruh Jawa me­nyepakati perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD) di Jawa Timur.

Kemudian, komitmen ber­sama pelaksanaan operasi pasar serentak, pencanangan gera­kan Urban Farming 77.000 bibit cabe. Selain itu, juga pe­nyampaian program Dedikasi untuk Negeri berupa sarana prasarana teknolog digital farming dan greenhouse sebagai pendukung pengembangan klaster di Jawa Timur.

Selanjutnya, implementasi GNPIP akan dilakukan juga di provinsi-provinsi lain hingga akhir tahun 2022. [NOV] ]]> , Bank Indonesia (BI) bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP & TPID) terus berkomitmen menjaga terkendalinya inflasi nasional. Pengendalian inflasi pangan ini penting, karena kenaikan harga pangan berdampak luas dan menyangkut hajat hidup orang banyak.

Hal tersebut mengemuka dalam peluncuran Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (Gernas PIP) yang digelar secara hibrida di Malang, Jawa Timur, kemarin. Selain Gubernur BI Perry Warjiyo, acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Anggota Komisi XI DPR An­dreas Eddy Susetyo, serta stake­holders utama lainnya.

Perry mengajak seluruh pihak menggelorakan semangat dan berjuang bersama dalam mengendalikan inflasi, khususnya inflasi pangan. Apalagi saat ini Indonesia tengah dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti ketidakpastian ekonomi global dan risiko stagflasi.

Menurutnya, sinergi dan langkah bersama yang dapat ditempuh ditujukan untuk mengendalikan inflasi pangan pada 2022. Hal ini karena inflasi pangan memiliki bobot yang cukup besar dari komposisi pengeluaran masyarakat. Se­hingga pengendalian inflasi, akan memberikan dampak sosial yang besar untuk kesejahteraan masyarakat.

“Upaya sinergi antar daerah diperlukan untuk mencukupi kelangkaan pangan serta meningkatkan kapasitas produksi sebagai langkah antisipasi ge­jolak ketahanan pangan,” im­buhnya.

Perry mengatakan, salah satu upaya yang akan dilakukan untuk menekan inflasi pangan adalah dengan melakukan gerakan operasi pasar na­sional. Dengan begitu, harga bahan pokok makanan sehari-hari masyarakat seperti cabe, bawang, telur, daging, dan minyak bisa turun dan berada di harga yang stabil.

Teranyar, pihaknya sedang melakukan koordinasi operasi pasar di pusat bersama Bupati/Wali Kota, agar bisa menggu­nakan anggaran daerahnya un­tuk melakukan operasi pasar. Salah satu daerah yang akan melakukan operasi pasar adalah Provinsi Jawa Timur.

Perry juga menghimbau agar antar daerah bisa saling bekerja sama, agar proses operasi pasar bisa berjalan efisien. Sebab di pasar terdapat mata rantai, mulai dari petani, pengepul kecil hingga menengah dan besar.

 

Senada dengan Gubernur BI, Andreas Eddy Susetyo, menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas upaya Bank Indonesia bersama dengan Pe­merintah Pusat dan Daerah. Serta otoritas terkait dalam mengendalikan inflasi pangan khususnya pada Gernas PIP.

Andreas turut menekankan perlunya melibatkan masyarakat dalam menggelorakan semangat kegotongroyongan untuk mengendalikan inflasi pangan dimulai dari tingkat rumah tangga, Pemerintah Daerah dan Pusat. “Sinergi dan kolaborasi berbagai pihak akan menjadi modal utama dalam mengatasi permasalahan inflasi,” katanya.

Sementara Khofifah menyam­paikan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama TPID Provinsi Jawa Timur dan seluruh stakeholders turut mendukung upaya stabilisasi harga. Juga senantiasa bersinergi menjaga terkendalinya inflasi pangan.

Hal tersebut, menurut Khofi­fah, membutuhkan strong part­nership dan komitmen seluruh elemen terkait di dalam neg­eri. Dalam upaya pengenda­lian inflasi pangan, diperlukan implementasi kebijakan riil yang bisa dirasakan langsung oleh para petani dan peternak.

Mengawali implementasi Gernas PIP dalam pengendalian inflasi, Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi dan TPID Provinsi di seluruh Jawa me­nyepakati perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD) di Jawa Timur.

Kemudian, komitmen ber­sama pelaksanaan operasi pasar serentak, pencanangan gera­kan Urban Farming 77.000 bibit cabe. Selain itu, juga pe­nyampaian program Dedikasi untuk Negeri berupa sarana prasarana teknolog digital farming dan greenhouse sebagai pendukung pengembangan klaster di Jawa Timur.

Selanjutnya, implementasi GNPIP akan dilakukan juga di provinsi-provinsi lain hingga akhir tahun 2022. [NOV]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 - 2024. PT Juan Global. All rights reserved. DigiBerita.com. |